Digelar Perdana di Banyuwangi, Student Jazz Festival Berlangsung Meriah

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Berakhir sudah even Banyuwangi Student Jazz Festival (SJF) 2016. Festival ini membawa harapan baru bagi perkembangan musik jazz di Indonesia, khususnya Banyuwangi. Pasalnya, melalui festival ini muncul bibit musisi jazz daerah yang sangat potensial di masa depan.

Malam ini bakal menjadi malam yang tidak bisa dilupakan bagi Angga Setyawan, yang merupakan salah satu peserta Student Jazz Festival. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan sepanggung dengan Nikita Dompas, gitaris jazz nasional yang berbakat. Bukan hanya sepanggung, bahkan Angga melakukan jamming dengan Nikita serta mengiringi musisi Indra Azis

“Keren sekali bisa tampil sepanggung sama musisi jazz top. Biasa manggung di cafe kecil, sekarang kita dikasih panggung,” ujar Angga yang telah memainkan musik di genre blues semenjak kelas 6 sekolah dasar, saat ditemui Kabarpas.com, Minggu (24/04/2016).

Mereka memang patut berbangga. Talenta permainan musik mereka mendapat pengakuan dari Nikita Dompas dan Indra Azis sebagai tim penilai pada event yang kali perdana digelar ini.

Menurut Nikita selama menjuri di SJF, dia melihat banyak bakat yang menjanjikan dari band-band pelajar tersebut. Sebagai pemula di jalur jazz, mereka dianggap sudah menunjukkan potensi besar yang masih bisa terus diperdalam lagi.

Hal senada juga diungkapkan Indra Azis, dirinya memberikan apresiasi tersendiri atas adanya even Student Jazz Festival tersebut.

“Luar biasa, semua peserta sangat bisa terus berkembang. Beberapa sudah menonjol, bahkan saya udah kebayang mereka bisa tampil di even yang lebih besar misalnya saja Java Jazz. Sangat layak,” cetus Indra yang merupakan vocal coach sejumlah artis nasional seperti Raisa, Andien, dan Afghan tersebut.

Namun, yang paling mendapat apresiasi tinggi dari kedua musisi tersebut adalah antusiasme pendaftar yang mencapai 41 grup band. Banyaknya jumlah peserta, imbuh Nikita, menunjukkan adanya passion yang tinggi akan musik dari para pelajar Banyuwangi.

“Diibaratkan ketertarikan pada musik itu tulangnya dan Jazz adalah kulitnya, kalau tulangnya kuat mau kulit apa saja bisa,” cetus Nikita yang merupakan music director Java Jazz 2016.

Panggung Student Jazz Festival malam tadi benar benar menjadi panggung ekspresi bagi para pelajar Banyuwangi. Enam band pelajar terbaik menampilkan aksi musik perform yang tidak kalah dari musisi jazz profesional. Meski pemula di jalur musik ini. Namun, mereka mampu menampilkan skill musik yang sangat baik.

Deretan lagu lagu khas Banyuwangi seperti ulan andung-andung, ireng ireng manggis, maupun lagu populer dibawakan dengan aransemen jazz yang kental. Bahkan, salah satu band pelajar mampu mengkombinasikan aransemen musik jazz dengan alat musik tradisional. Hasilnya pertunjukkan musik yang unik sekaligus apik.

“Jazz adalah ekspresi kami. Beginilah kami menampilkan ragam musik kami,” teriak Larasati, salah satu vokalis di tengah-tengah penampilannya.

Munculnya bibit musikus muda ini sebenarnya tak lepas dari harapan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, yang telah konsisten menggelar festival jazz sejak 2012 silam. Bupati Anas menginginkan masyarakat Banyuwangi tidak hanya sekedar menjadi penonton.

“Empat tahun telah digelar jazz di sini, saatnya tahun ini masyarakat Banyuwangi harus bisa menjadi pemain utama. Kami pun memantapkan diri membuat student jazz ini sebagai bagian dari rangkaian Banyuwangi Festival 2016,” kata Bupati Anas beberapa waktu lalu saat bertemu para pengajar SMA se-Banyuwangi.

Dan harapan Bupati Anas rupanya terwujud. Penonoton yang memadati panggung di parkir Stadion Diponegoro terpukau sekali dengan aksi pelajar yang sebagian besar baru kali pertama manggung tersebut. Penonton pun tak beranjak meski larut hingga pertunjukan terakhir yang ditutup dengan membawakan bareng-bareng lagu Bento, yang tentunya telah di-jazz-kan tersebut. (dik/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *