Probolinggo, kabarpas.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menggelar kunjungan langsung ke Pasar Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (28)04/2026). Agenda ini bertujuan menyerap aspirasi pedagang sekaligus melihat secara langsung kondisi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Kehadirannya pun disambut hangat oleh para pedagang yang tampak antusias.
Dilokasi, Dini berkeliling menyusuri area pasar. Ia berdialog dengan berbagai pedagang, mulai dari penjual sayur, buah, hingga kebutuhan pokok.
Dalam interaksinya, ia juga menanyakan perkembangan harga barang serta daya beli masyarakat yang belakangan dinilai cukup fluktuatif.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan para pedagang untuk menyampaikan keluhan mereka secara terbuka.
Beragam persoalan diutarakan, mulai dari ketidakstabilan harga kebutuhan pokok hingga tantangan dalam menjalankan usaha sehari-hari.
“Saya merasa senang karena ada wakil rakyat yang turun langsung ke pasar, sehingga kami bisa menyampaikan kondisi sebenarnya,” ungkap Evi, salah satu pedagang,
Menanggapi hal itu, Dini Rahmania menekankan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.
Ia memastikan seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat.
Menurutnya, kunjungan langsung seperti ini sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan data, tetapi juga realitas di lapangan.
Apalagi, pasar tradisional menjadi salah satu indikator utama dalam melihat pergerakan ekonomi masyarakat kelas bawah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menyerap aspirasi sekaligus memahami dinamika ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok,” jelasnya.
Bahkan, Dini juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga kualitas barang dagangan serta membangun kepercayaan konsumen.
Hal tersebut dinilai penting agar para pedagang mampu bertahan di tengah perubahan harga yang tidak menentu.
Dalam kesempatan tersebut, Dini Rahmania juga membagikan ratusan voucher belanja senilai Rp100.000 kepada warga sekitar.
Aksi ini disambut antusias, karena warga dapat langsung memanfaatkannya untuk membeli kebutuhan pokok. (wil/ian).

















