Bangkok (Kabarpas.com) – Atlet bulutangkis asal Kabupaten Probolinggo, Sri Fatmawati harus puas dengan menerima medali perunggu dalam kejuaraan bulutangkis internasional di Bangkok, Thailand, Granular, 19-24 Januari 2016. Dalam kejuaraan tersebut, Sri yang mewakili Indonesia harus menelan kekalahan dari atlet tuan rumah Pattarasuda Chaiwan dengan skor 22-20, 11-21 dan 8-21 di babak semifinal, Sabtu (23/01/2016) sore.
Kendati demikian, pebulutangkis asal Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu, mampu mengimbangi permainan Pattarasuda dan merebut kemenangan di set pertama. Bahkan, sempat terjadi kejar-kejaran angka yang cukup ketat hingga berakhir 22-20.
Hanya saja di set kedua dan ketiga, Sri tidak mampu mengembangkan permainannya karena dipaksa memainkan permainan cepat. Hal ini yang menguras stamina dari Sri Fatmawati. Sehingga membuat dirinya kelelahan dan salah langkah dalam mengantisipasi serangan Pattarasuda. “Jujur dalam pertandingan ini saya kurang sabar dan kalah struk. Memang struk dia cukup rapi,” kata Sri kepada Kabarpas.com. Minggu (24/01/2016).
Dalam pertandingan bertitel Granular-Paypaid Junior Open 2016 ini, Sri turun dalam nomor tunggal putri. Ia hanya mampu mencapai babak semifinal, setelah di babak perempatfinal berhasil mengalahkan permainan Pearly Koong Le Tan dari Malaysia dua set langsung dengan skor 21-9 dan 21-16.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkab PBSI Probolinggo, Prijono mengaku, bersyukur kepada Allah SWT atas prestasi yang diraih oleh Sri Fatmawati. Apalagi saat ini Sri bukan lagi menjadi wakil dari Kabupaten Probolinggo maupun Provinsi Jawa Timur, tetapi sudah menjadi wakil Negara Indonesia.
“Mohon doa masyarakat Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bahkan Indonesia sehingga Sri bisa menjadi pemain juara dunia,” pungkasnya. (dzi/tin).












