Banyuwangi (Kabarpas.com) – Tim Disaster Visum Investigation (DVI) Polda Jatim akhirnya memastikan jenazah berjenis laki-laki, yang ditemukan pada pencarian hari ke empat pasca tenggelamnya Kapal Muatan Penumpang (KMP) Rafelia 2 adalah Nahkoda kapal.
Kepastian tersebut didukung dengan data primer dan skunder, maupun identitas diri yang melekat pada tubuh korban. Dan selanjutnya janazah tersebut akan bawa ke rumah duka untuk dikebumikan di Bojonegoro.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, Nakhoda KMP Rafellia 2, Bambang Suryono Adi yang tenggelam di Selat Bali pada Jumat (04/03/2016) lalu. Akhirnya ditemukan oleh para nelayan setempat di dekat perairan Gilimanuk, Bali.
“Kami bisa pastikan kalau jenazah pria tersebut adalah Nahkoda. Sebab kaos warna hitam dan celana jeans yang melekat di tubuh jenazah itu, sesuai dengan foto korban sebelum berangkat menahkodai kapal tersebut,” ujar salah satu petugas dari Tim DVI Polda Jatim, Kompol dr. Sigit Lesmonojati kepada Kabarpas.com. saat ditemui di RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Ia juga menambahkan, pada tubuh jenazah pria itu juga masih melekat sejumlah barang yang biasa dipakai korban. Diantaranya yaitu arloji, id card, KTP, dan sim A.
“Dari barang-barang yang melekat pada tubuh korban itulah. Sehingga kami ambil kesimpulan bahwa jenazah tersebut adalah Nahkoda kapal yang bernama Bambang Suryono Adi dengan usia 57 tahun,” tandasnya.
Selanjutnya, jenazah korban akan dikebumikan di tempat kelahiran korban, yaitu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gang Kandang 1 No. 17, Kelurahan Karang Pacar, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.
Seperti dikabarkan sebelumnya, tim Basarnas kembali menemukan satu lagi jenazah, yang merupakan korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 di perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Selanjutnya, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi, untuk dilakukan proses otopsi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Informasi yang dihimpun Kabarpas.com di lokasi menyebutkan, jasad korban ditemukan mengapung di tengah laut. (dik/tin).














