Yogyakarta (Kabarpas.com) – Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) hari ini mengakhiri program Tour de Java yang diselenggarakan dari tanggal 12 Mei 2016. Program yang merupakan kontribusi Sun Life dalam bidang pendidikan dan pengembangan diri ini dirancang untuk para agen muda Sun Life. Grup yang berisikan agen berusia di bawah 36 tahun, yang tergabung dalam Program Tour de Java Brighter Generation Sun Life, sebuah konsep touring ke lima kota, termasuk serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendukung pengembangan kapasitas diri serta kegiatan tanggung jawab perusahaan.
Sebagaimana siaran pers yang diterima redaksi Kabarpas.com dari Head of Marketing PT Sun Life Financial Indonesia menyebutkan, ada sekitar 150 agen yang mengikuti The Brighter Gen Tour de Java, yang dimulai dari dua kota besar di pulau Jawa yaitu Surabaya dan Jakarta dan berakhir di Yogyakarta.
Dalam rangkaian tour tersebut, para agen Brighter Gen akan mengunjungi lima kota di mana terdapat kantor pemasaran Sun Life yaitu: Cirebon, Pekalongan, Kediri, Semarang, dan Yogyakarta. Para agen akan mendapatkan pelatihan serta berkontribusi kepada komunitas masyarakat melalui program Ruang Pojok Bacaan.
“Sun Life senantiasa memberikan program penyegaran kepada para agen Brighter Gen setiap kuartal yang dirancang untuk membantu mereka agar tetap optimis dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan layanan yang lebih baik untuk para nasabah Sun Life,” ujar Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia seperti dalam siaran pers.
Selain menyediakan pelatihan pengembangan diri, pihaknya juga mendorong para agen untuk mengobarkan semangat berbagi dan berkontribusi kepada komunitas masyarakat. Hal ini merupakan tujuan dari tour tersebut.
Bersamaan dengan Tour de Java, Sun Life juga mendorong para agen muda untuk turut berkontribusi dalam bidang pendidikan untuk komunitas masyarakat sekitar. Sun Life telah berhasil mengubah ruang kelas biasa menjadi ruang kelas dengan pojok bacaan yang nyaman (reader-friendly classroom) di tiga sekolah dasar di tiga kota yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Klangenan di Cirebon, SD Negeri Semampir I di Kediri, dan SD Negeri Purworejo di Yogyakarta.
Ruang kelas yang ada kini dilengkapi dengan koleksi buku dari Sun Life serta sistem pengelolaan perpustakaan yang memadai. Para guru pun diberikan pelatihan dalam sistem pengelolaan perpustakaan dan cara memilihkan buku bacaan yang cocok untuk siswa serta bagaimana cara untuk dapat terlibat dengan siswa selama sesi membaca dilakukan.
“Sun Life berkomitmen untuk dapat menciptakan Indonesia yang lebih baik dan ruang pojok bacaan dari Sun Life merupakan salah satu contoh nyata bagaimana kami memberikan sebuah dampak positif terhadap komunitas masyarakat kita. Dengan membantu meningkatan minat baca siswa sejak sekolah dasar, hal ini akan berkontribusi dalam menumbuhkan budaya literasi masyarakat yang gemar membaca,” tutup Elin Waty. (***/tin).














