Sambut World Penguin Day, Belasan Penguin di TSP Diberi Tumpeng

Pasuruan, Kabarpas.com – Sebanyak 11 pinguin Humboldt (SpheniscusHumboldti) yang ada di Taman Safari Prigen (TSP) mendapat perlakuan istimewa. Pasalnya, bertepatan dengan peringatan Hari Pinguin Sedunia (World Penguin Day) yang dirayakan setiap tanggal 25 April ini, mereka diberikan tumpeng ikan.

Manager Education Taman Safari Prigen, Eko Windarto mengatakan, filosofi tumpeng dalam adat istiadat Jawa sebagai perayaan  yang memiliki makna kebahagiaan. Sehingga para penguin yang berada di Aquatic Land ini diberikan tumpeng ikan sesuai makanan yang dikonsumsinya.

“Komposisi tumpeng ikan sendiri yaitu 70% ikan teri merah dan sisanya menggunakan ikan kembung karena mereka lebih suka dengan ikan teri merah. Khusus untuk hari ini, mereka diberi jatah makan hingga 1 kilogram. Padahal biasanya kurang dari 1 kilogram,” kata Manager Education Taman Safari Prigen, Eko Windarto kepada Kabarpas.com.

Selain perayaan World Penguin Day, Taman Safari Prigen juga memperkenalkan baby penguin yang berhasil dikembangbiakkan. Anakan penguin ini lahir pada 9 Januari 2021 berjumlah satu ekor. Hasil sexing baby penguin ini masih dalam proses laboratorium, sehingga masih belum diketahui jenis kelaminnya.

“Pada kesempatan ini Taman Safari Prigen berhasil menetaskan telur penguin pertama kali. Baby penguin lahir dari indukan Jeger dan Jio. Ia masih belum diberi nama, jadi jika ada diantara masyarakat yang memberikan nama dipersilahkan, namun harus yang mengandung nama Amerika Selatan,” kata dia. 

Penguin Humboldt juga disebut Penguin Peru, atau patranca adalah penguin Amerika Selatan yang berkembangbiak di pesisir Chili dan Peru. Penguin merupakan hewan jenis aves atau burung. Ia memiliki sayap namun tidak bisa terbang. Sayapnya digunakan untuk berenang/menyelam di dalam air.

Saat berenang, penguin akan melompat ke atas air setinggi 2 meter untuk keluar dari dalam air dan mengeluarkan gelembung melalui bulunya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gesekan. Ketika berada di daratan, hewan ini menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga keseimbangan.

Di tengah sulitnya kondisi akibat pandemi Covid-19, kelahiran penguin ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan. Taman Safari Prigen tetap berkomitmen untuk terus melakukan konservasi satwa. Berkat bantuan dari banyak pihak, termasuk Pemerintah dan kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan, Taman Safari Prigen tetap menjalani fungsinya sebagai Lembaga Konservasi.

“Oleh karena itu, kami sangat terbuka dengan bantuan dari segala lapisan masyarakat. Tak hanya berupa dana dan bahan pakan satwa, tapi juga saran serta kritik membangun terhadap apa yang kami lakukan. Jadi, jangan segan untuk terus mendukung Taman Safari Prigen, demi keberlangsungan satwa-satwa yang terancam punah,” tandas Diaz Yonadie, General Manager Taman Safari Prigen.

Khusus untuk kontribusi dana ataupun pakan satwa, masyarakat dapat ikut ambil bagian dalam program #kitacintasatwa. Salah satunya bisa melalui transfer ke nomor rekening 6801777811 (rekening BCA atasnama PT Taman Safari Indonesia). Apa pun dukungan masyarakat sangat berarti bagi keberlangsungan satwa-satwa di Taman Safari Prigen. (ajo/gus).