Probolinggo, kabarpas.com – Menjelang akhir tahun perwakilan pegiat pecinta lingkungan dari berbagai elemen se – Probolinggo Raya menggelar refleksi tugu titik Nol Probolinggo. Ritual tabur bunga dan doa bersama serta kirim souvenir nisan hingga kain kafan mewarnai giat refleksi ini.
Pegiat cinta lingkungan Probolinggo Raya menyebut bencana yang terjadi di Indonesia dan Probolinggo karena dipicu oleh rusaknya lingkungan yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab untuk keuntungan semata, disatu sisi terkesan aparat penegak hukum terkesan kurang sigap dan tegas memproses pelaku perusak lingkungan tersebut
Lukman Sumardi, Ketua Jaringan Intelektual Nadliyin (JIN) Probolinggo berharap penegak hukum serius menangani pelaku perusak lingkungan di negeri ini, sehingga tidak memicu terjadinya bencana alam.
“Perusak lingkungan harus diproses hukum secara tegas, agar kerusakan lingkungan tidak semakin parah,” ujarnya.
Sumardi menambahkan, bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang di berbagai daerah sudah menunjukan bahwa itu terjadi akibat kerusakan lingkungan, maka ia meminta agar pelakunya harus ditangkap karena mengancam keseimbangan alam dan nyawa manusia.
Disatu sisi, Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamun Hudal prihatin rusaknya lingkungan di negeri ini akibat dilakukan oleh sekelompok orang untuk meraup keuntungan semata tanpa memperdulikan keselamatan manusia.
“Bersama kita jaga lingkungan, keseimbangan alam agar terhindar dari bencana dan masa depan anak cucu kita,” tutupnya. (wil/ian).

















