Jakarta (Kabarpas.com) – PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) hari ini dengan gembira mengumumkan peresmian kantor pemasaran di Batam, provinsi Kepulauan Riau. Peresmian kantor baru ini merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan dan sekaligus meningkatkan aksesibilitas nasabah terhadap produk dan layanan perusahaan.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi Kabarpas.com dari humas PT Sun Life Financial Indonesia, Wirasto Koesdiantoro selaku Chief Agency Officer Sun Life menyatakan, salah satu alasan dipilihnya wilayah tersebut, lantaran berada di jalur pelayaran internasional Singapura dan Malaysia dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.
“Batam merupakan salah satu pasar dengan potensi menjanjikan yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan. Melalui adanya kantor pemasaran ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman berasuransi yang memuaskan bagi para nasabah serta menyediakan akses yang lebih baik bagi masyarakat Batam dan sekitarnya dalam menjangkau produk-produk dan layanan Sun Life,” ujar Wirasto Koesdiantoro sebagaimana isi dalam siaran pers, Minggu (22/05/2016).
Kantor pemasaran Sun Life ini, berlokasi di Batam Citra Indah, Ruko Citra Indah Blok A5 No. 06 Kelurahan Teluk Tering Kecamatan Batam Kota – Batam. Di kantor tersebut dilengkapi dengan fasilitas yang dapat membantu nasabah yang membutuhkan solusi asuransi dan investasi secara menyeluruh.
Selain itu, Sun Life juga mengadakan Grand Business Opportunity Seminar (GBOS) yang bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi tentang sebuah peluang bisnis dalam bidang asuransi jiwa yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Seminar ini dihadiri oleh 250 peserta yang didominasi oleh masyarakat kota Batam dan menghadirkan seorang sales motivator Tosan Liem.
“Sun Life konsisten merekrut talenta-talenta terbaik untuk bergabung bersama Sun Life sebagai tenaga pemasar yang akan dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan yang menyeluruh mengenai program pengembangan bisnis. Kami terus berupaya untuk membentuk agen yang paling disegani di industri agar menjadi agen yang selalu menomorsatukan kepentingan nasabah,” jelas Wirasto. (adv).














