Pengertian dan Manfaat Lari Jarak Pendek

Pasuruan, Kabarpas.com – Ada banyak cabang dalam olahraga atletik. Salah satu yang populer di kalangan masyarakat adalah lari. Olahraga lari ini ternyata terbagi menjadi beberapa macam, termasuk lari jarak pendek. Penilaian yang dilakukan dari perlombaan lari dengan jarak pendek adalah kecepatan, sama seperti lari jarak menengah.

Sejarah lari jarak pendek pertama kali diadakan pada tahun 1896 pada Olimpiade Modern yang diadakan di Athena, Yunani. Setiap kali Olimpiade diadakan, perlombaan lari pendek pun ikut diselenggarakan. Seperti apakah lari dengan jarak pendek ini?
Pengertian dan Manfaat Lari Jarak Pendek
Pengertian dari lari ini tidak jauh berbeda dengan namanya, yaitu kegiatan lari dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Jarak lari jarak pendek ada tiga macam, yaitu 100 meter yang juga sering disebut dengan lari sprint, ada juga jarak 200 meter dan 500 meter.

Jarak yang ditempuh pada lari ini memang pendek. Oleh karena itu, untuk menentukan pemenangnya harus bertolak ukur pada waktu. Pada sebuah perlombaan, pelari atau sprinter ini juga akan dinilai dari teknik yang digunakan.

Teknik dasar lari jarak pendek yang lebih diperhatikan adalah bagian start. Ada dua jenis start yang digunakan yaitu start jongkok dan crouching start. Start sangat penting dilakukan dengan benar, supaya berhasil dalam mencapai tujuan lari jarak pendek yaitu pola lari cepat.

Cabang olahraga atletik yang satu ini juga memberikan berbagai manfaat bagi orang yang rutin melakukannya. Berikut ini manfaat lari cepat jarak pendek yang bisa diperoleh.

  1. Perkembangan dan Pembentukan Kekuatan Otot
    Manfaat pertama yang dihadirkan adalah untuk membentuk dan memperkuat otot. Kegiatan lari jenis ini tidak jauh berbeda saat Anda melakukan latihan angkat beban sehingga membutuhkan kekuatan penuh.

Bedanya, ketika Anda mengangkat beban, maka pembentukan otot hanya fokus pada salah satu bagian tubuh saja. Jika Anda berlari dengan jarak pendek, maka akan lebih banyak otot yang tersebar di seluruh tubuh dan akan terbentuk secara bersamaan.

Selain itu, lari pendek juga akan mengubah glukosa menjadi energi tanpa suplai oksigen. Dampaknya adalah tubuh lebih bertenaga karena energi yang diserap lebih banyak pada otot.

  1. Pembakaran Lemak Meningkat
    Setiap orang diet selalu disarankan untuk olahraga lari dengan jarak pendek. Bahkan lari jadi kegiatan pemanasan yang wajib sebelum memulai latihan angkat beban. Hanya dengan lari saja (bukan hanya jogging) Anda juga bisa mengurangi lemak pada tubuh lebih banyak.

Triknya adalah lari cepat selama empat jam dengan kekuatan penuh. Beberapa penelitian pun menyatakan bahwa dengan lari sprint rutin, seseorang dapat menurunkan berat badan sampai 2 kg dalam seminggu.

Tenaga penuh yang dikeluarkan pada saat lari akan membuat proses oksidasi lemak berjalan dengan cepat. Jika saat ini Anda sedang program diet yang murah, sebaiknya pilih olahraga lari sprint yang bebas alat.

  1. Daya Tahan Tubuh Meningkat
    Kalori yang terbakar pada saat lari terjadi dalam waktu yang singkat. Hal ini dapat membantu mengoptimalisasi fungsi metabolik dalam tubuh. Tubuh akan memproses metabolisme dengan signifikan ketika Anda berlari.

Efeknya adalah pembakaran kalori, bahkan bisa terjadi setelah sesaat Anda berhenti berlari. Pengurangan penumpukan kalori akan berdampak baik pada daya tahan tubuh. Coba saja perhatikan, kebanyakan atlet olahraga pasti jarang sakit karena mereka terus membakar kalori.

  1. Kesehatan Jantung
    Lari cepat dengan jarak pendek tidak ada bedanya dengan aerobik karena sama-sama membutuhkan tenaga yang kuat. Sama halnya ketika Anda senam kardio, maka daya pompa jantung akan semakin meningkat.

Artinya lari cepat di jarak pendek mampu menjaga kebugaran jantung supaya terus menerus memompa dengan cepat, sehingga kinerjanya semakin efisien. Anda pun akan terhindar dari masalah kardiovaskular. Alasannya, penumpukan kalori di sekitar area jantung akan menurun karena terbakar setiap Anda melakukan lari.

  1. Sensitivitas Insulin Terjaga
    Manusia memiliki hormon insulin yang bekerja merespon karbohidrat. Kadar insulin yang meningkat menjadi salah satu tanda penyakit diabetes. Demi mengatasi penyakit ini, penelitian pun dilakukan dengan melakukan lari cepat selama 14 hari yang intensitasnya tinggi pada pasien.

Latihan lari cepat terstruktur ini pun ternyata berhasil menurunkan kadar gula dalam darah pada pasien diabetes. Baik itu pasien Diabetes tipe 1 dan 2 yang mengikuti olahraga lari cepat teratur bisa meningkatkan energi yang bersumber dari glukosa.

Pada akhirnya, olahraga ini dapat membuat insulin menjadi sensitif sekaligus menurunkan timbunan lemak pada tubuh.

  1. Mengatasi Masalah Stress
    Lari juga sering dilakukan oleh siapa saja untuk menurunkan masalah stress. Ketika berlari, manusia akan melepaskan endorfin yang mampu memberikan kenyamanan di otak. Tubuh yang sudah bekerja keras pun akan menurunkan hormon stres.

Anda akan merasakannya pada saat sesi lari berakhir karena endorfin baru dilepaskan. Anda pun akan merasa lebih percaya diri dan lega, terbebas dari masalah stres.

Lari cepat dengan kekuatan penuh memberikan tenaga besar tumpuan pada kaki. Anda akan merasa lebih nyaman berlari dengan sepatu merk League yang dirancang khusus untuk kegiatan olahraga lari.

League mampu memberikan kenyamanan pada kaki untuk berlari selama apapun dan sekuat tenaga. Anda tidak perlu takut kaki lecet apalagi bengkak. Anda bisa langsung memilihnya di official store League di Blibli.

Berbelanja sepatu League di Blibli akan memberikan keuntungan bagi Anda dalam berbagai hal. Mulai dari penawaran harga yang miring, metode pembayaran variatif, termasuk COD, sampai dengan cicilan kartu kredit 0% atau pay later.

Melalui Blibli, Anda bisa mendapatkan sepatu nyaman untuk lari jarak pendek rutin. Siapkan jadwal lari dan pilih juga sepatu League mana yang pas buat Anda. (***/ida).

_____________________________________________

Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/olahragawan-yang-kuat-siap-berlari-di-stadion-3764011/