Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Endhog-endhogan

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Endhog-endhogan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat dan Lurah se-Kabupaten Banyuwangi, serta masyarakat di wilayah setempat.

Festival Endhog-endhogan merupakan tradisi mesyarakat Banyuwangi, yaitu dengan mengarak kembang endhog (bunga-bungaan kertas ada telur ayam rebusnya) yang ditancapkan pada jodang pohon pisang dan ancak. Setiap kampung atau desa di seluruh kabupaten paling ujung timur pulau jawa ini, menyelenggarakan tradisi tersebut untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Festival tahunan ini digelar dengan melakukan arak-arakkan dari sisi selatan dan utara jalan Jendral Ahmad Yani sembari membaca shalawat Nabi, dan Finis di jalan depan kantor Bupati setempat.

“Festival ini digelar sebagai bentuk kicintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan ini merupakan cara kami untuk terus menghidupkan tradisi maupun budaya yang ada di Banyuwangi.” kata Wiyono Asisten Administrasi Pembanguna dan Kesra Kabupaten Banyuwangi kepada Kabarpas.com.

Wiyono menambahkan, acara ini juga untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan membangun Banyuwangi. Sedangankan tema yang diambil dalam Festival Endhog-endhogan tahun ini adalah “Menebar Shalawat, Mengunduh Cinta Nabi Muhammad, dan Banyuwangi Penuh Rahmat.”

Sementara itu, Kepala Bagian Humas & Protokol Juang Pribadi juga mengatakan, tradisi Endhog-endhogan mempunyai filosofi tersendiri. Di mana dalam telur memiliki tiga lapisan. Yakni, kulit (cangkang telur.red) berwarna merah, putih, dan kuning.

“Ketiganya adalah simbolisasi dari nilai-nilai Islam, kulit bermakna Iman, Putih telur adalah Islam, dan Kuning diartikan Ihsan,” urainya kepada Kabarpas.com.

Juang menambahkan, kalau telur yang ditancapkan pada jodang pohon pisang mengadung makna makna dan simbol kehidupan yang sangat bagus. “Di mana pohon pisang tak akan mati sebelum berbuah, Dan jika ditebas di dalamnya masih ada lapisan yang baru dan akan terus tumbuh.” imbuhnya.

Pantauan Kabarpas.com di lokasi, even ini di akhiri dengan menyantap ancak dan kembang endog secara bersamaan. Tampak seluruh peserta menyantap kebang endhog dan ancak. “Di sini kami bisa berebut kembang endhog, dan menyantap ancak secara gratis. Selain itu juga makan membaur bersama dengan pejabat pemerintahan untuk makan bersama. ” kata Yusuf, salah seorang warga kepada Kabarpas.com. (dik/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *