Otak Pembunuh Aktivis Tambang Salim Kancil Divonis 20 Tahun Penjara

Surabaya (Kabarpas.com) – Haryono, warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang menjadi otak pembunuhan terhadap aktivis tambang, Salim Kancil. Akhirnya, hanya divonis 20 tahun penjara.

Seperti yang dilansir dari situs beritajatim.com, vonis tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Majelis hakim Jihad Arkanuddin di dalam Ruang Chandra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (23/06/2016).

“Menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 20 tahun,” ujar hakim Jihad, sebagaimana yang dikutip dari beritajatim.com.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Dody Ghazali Emil yang sebelumnya menuntut terdakwa pidana penjara seumur hidup. Selain Hariyono, Madasir juga dihukum 20 tahun.Keduanya dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam pasal 340 KUHP junkto pasal 351 KUHP dan pasal 177 KUHP.

Dalam pertimbangan putusan hakim disebutkan sesuai fakta persidangan kedua terdakwa terbukti menyuruhlakukan atau menjadi otak dalam penganiayaan Tosan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil.

Untuk diketahui, aksi pembunuhan sadis dilakukan oleh kawanan preman bayaran terhadap seorang aktivis tambang di Lumajang, Salim kancil. Kasus pembunuhan sadis itu terjadi 26 September 2015 lalu. Aktivis tambang asal Desa Selo Awar, Pasirian, Lumajang tersebut, ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tangan terikat dan sekujur tubuhnya penuh luka bacokan.

Usut punya usut ternyata otak dari pembunuhan itu diduga dilakukan oleh Haryono, yang tak lain adalah Kepala Desa (Kades) setempat. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, Salim Kancil dibunuh karena akan menggelar demonstrasi menolak praktik penambangan pasir di desa setempat. (***/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *