Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 8 Jun 2016

Operasi Pasar Murah di Banyuwangi Diserbu Warga


Operasi Pasar Murah di Banyuwangi Diserbu Warga Perbesar

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Operasi pasar (OP) sembako yang digelar Pemkab Banyuwangi selama bulan Ramadan ramai diserbu warga. Tercatat sampai dengan hari ini (Rabu, 08/06/2016) puluhan ribu sembako habis terjual.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Hary Cahyo Purnomo membenarkan bahwa operasi pasar ini disambut baik warga Banyuwangi. Mereka memanfaatkan momen operasi pasar ini, untuk mendapatkan sembako yang lebih murah dari harga pasaran.

“Baru dibuka, masyarakat langsung ramai antri. Hingga kemarin (Selasa.red) gula pasir sudah tersalurkan sebanyak 33.497 kg, beras premium 10.000 kg, minyak goreng 11.920 kg, dan tepung terigu 2.060 kg,” kata Hary kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, harga sembako yang dijual di operasi pasar ini memang di bawah harga pasar. Beras hanya dijual Rp. 8.750/kg, padahal harga di pasar mencapai Rp. 10.500/kg. Begitu pula gula pasir dijual dengan selisih harga mencapai Rp. 2.950/kg. Di OP ini, kata Hary, gula dijual Rp. 12.750/kg, sementara harga pasar sudah mencapai Rp. 15.700/kg. Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga Rp 11.500 / liter, dan tepung terigu Rp. 7.250 /kg.

“Memang murah, untuk itu kami membatasi pembelian. Setiap orang hanya diperbolehkan membeli 2 paket kecuali beras yang hanya dijatah 1 paket. Paketan itu, kalau minyak goreng maksimal 2 liter, tepung terigu dan gula pasir masing-masing 2 Kg, dan beras 5 kilogram,” terang Hary kepada Kabarpas.com.

Seperti yang terlihat pagi itu di pasar Songgon. Ratusan ibu-ibu berdiri rapi berjejer untuk antri membeli sembako di OP ini. Salah satunya adalah Suhartatik (41), yang sengaja mengantri sejak pukul 07.00 WIB untuk membeli gula dan minyak goreng.

“Harganya lebih murah, makanya saya beli di sini. Gak apa-apa meskipun harus mengantri. Nanti selisih uang belanjanya kan lumayan bisa dipakai beli kebutuhan dapur yang lain,” kata ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Tatik ini kepada Kabarpas.com.

Selain Tatik, warga lain yang juga ikut membeli sembako adalah Sariyem (52). Ia mengaku sangat senang dengan hadirnya pasar murah tersebut.

“Senang sekali ada pasar murah seperti ini. Karena ini membantu sekali buat ibu rumah tangga seperti saya. Bisa sedikit menghemat uang belanja saat harga sembako naik seperti sekarang,” ujar Sariyem kepada Kabarpas.com.

Untuk diketahui, Operasi Pasar ini digelar mulai 28 Mei hingga 30 Juni 2016 mendatang, yaitu dari pukul 07.00 WIB – 13.00 WIB. Setiap hari, disediakan 250 kg beras, 650 liter minyak goreng, 100 kg tepung terigu dan 850 kg gula pasir di masing-masing titik tersebut.

OP ini tersebar di 20 pasar se-Banyuwangi. Di antaranya yaitu di pasar Blambangan, Licin, Rogojampi, Songgon, Genteng, dan Sumbergondo.

“Setiap hari, kami menggelar di dua titik yang berbeda. Diawali dari pasar Banyuwangi pada akhir Mei lalu, menyusul pasar lainnya yang tersebar di 16 kecamatan,” pungkas Hary. (dik/tin).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07

Trending di Teras