Ini Cara Gus Ipul Ajak Masyarakat untuk Ikut Mempercepat Pembangunan di Kota Pasuruan

Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan kembali menggelar Dialog Interaktif antara Wali Kota Pasuruan dengan Ketua RW dan Ketua RT. Kali ini bersama dengan para Ketua RW dan Ketua RT Se- Kelurahan Sekargadung yang dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo. Giat ini merupakan dialog interaktif yang ke 14, dari yang dijadwalkan sejumlah 34 Kelurahan Se-Kota Pasuruan. 

Dalam kesempatan ini hadir, Wakil Wali Kota Pasuruan, Camat Purworejo, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Pasuruan, Lurah Sekargadung, Babinsa, Babinkamtibmas, Perwakilan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu), Katua TP PKK Kelurahan Sekargadung, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan maksud dan tujuan dialog ini yakni mendekatkan hati dan pikiran untuk menyatukan langkah mempercepat pembangunan di Kota Pasuruan, serta percepatan penanganan Covid 19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap 5 di Kelurahan Sekargadung.

“Alhamdulillah, Kelurahan Sekargadung masuk zona hijau dan itu harus dipertahankan,” ujar Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul saat memberikan sambutannya.

Gus Ipul juga menyampaikan ada 15 peran RT dalam PPKM Mikro yakni membentuk posko tingkat RT dalam rangka pelaksanaan PPKM Mikro; perangkat RT mengaktifkan jalur koordinasi tanpa tatap muka atau online dengan warga, untuk memantau situasi; perangkat RT mengidentifikasi, mendata, dan melaporkan warga dengan gejala Covid-19 ke perangkat RW menggunakan perangkat online; perangkat RT mengidentifikasi, mendata, dan melaporkan warga dengan risiko tinggi; melapor ke nomor telepon hotline Puskesmas setempat jika menemukan warga dengan gejala Covid-19.

“Selain itu, harus mengedukasi warga dengan gejala Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah; mengedukasi tetangga yang pernah kontak warga dengan gejala Covid-19 untuk isolasi mandiri;. menginformasikan langkah tepat pencegahan penularan pada warga sekitar; mengedukasi warga sekitar agar tidak memberi stigma buruk kepada kontak erat, suspek atau positif Covid-19; lakukan perlindungan dan pengawasan kepada warga dengan gejala Covid-19 atau yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah; libatkan warga dalam melakukan urunan biaya atau sumbangan untuk kebutuhan penanganan wabah Covid-19 di lingkungan,” terannya.

“Serta melapor kepada RW dan Kelurahan jika ada warga yang tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri, agar dipindah ke lokasi ‘isolasi bersama atau tempat isolasi terpusat’ yang sudah ditentukan oleh kelurahan/kecamatan/Pemerintah Kota; menindaklanjuti perkembangan laporan setelah 3 jam melapor kepada RW dan Kelurahan; Menggerakkan dan memobilisasi warganya untuk vaksinasi Covid-19 termasuk melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya vaksinasi Covid-19, memberantas hoaks vaksinasi dan issue COVID-19 lainnya; dan kunci PPKM Mikro adalah keaktifan pelaksanaan di tingkat RT dan RW,” sambungnya.

Diakhir dialog, Gus Ipul menyampaikan agar menanamkan dan mensosialisasikan gerakan Lisa Bunga (lihat sampah, ambil, buang pada tempatnya) pada seluruh masyarakat Kota Pasuruan khususnya di Kelurahan Sekargadung dengan tujuan agar masyarakat lebih cinta lingkungan.

Gus Ipul juga membuat gerakan Pasuruan bersih dengan membentuk Laskar Pasuruan bersih yang disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan Dan Pertamanan Kota Pasuruan. Gus Ipul juga menginginkan nantinya Tim Kecamatan dan Kelurahan juga turut berpartisipasi dalam Laskar Sapu Bersih. Laskar Sapu Bersih ini merupakan pasukan yang nantinya siap menyapu di lingkungan Kota Pasuruan. (ajo/gus).