Reporter: Rendy Fitria R
Editor: Ian Arieshandy
Jakarta, Kabarpas.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam, menilai Indonesia pada dasarnya siap menghadapi dampak dinamika geopolitik global, termasuk terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak lengah, terutama dalam mengantisipasi skenario terburuk yang bisa berdampak pada biaya dan keselamatan jamaah.
Pernyataan itu disampaikan dalam Diskusi Dialektika bertema “Indonesia Dinilai Siap Hadapi Dampak Geopolitik Global” yang digelar oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).
Menurut Aprozi, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia yang secara langsung berdampak pada biaya penerbangan dan logistik haji. Dalam situasi seperti itu, pemerintah harus sigap menyiapkan langkah mitigasi tanpa membebani masyarakat.
“Kalau ada kondisi mendesak, tentu akan ada konsekuensi biaya tambahan. Tapi jangan sampai itu dibebankan kepada jamaah. Negara harus hadir,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana kesiapan skenario darurat yang dimiliki pemerintah, mulai dari perubahan rute penerbangan hingga opsi teknis lain jika konflik semakin meluas.
“Apakah sudah disiapkan alternatif jalur penerbangan? Bagaimana jika situasi memburuk dan mobilitas terganggu? Ini harus jelas sejak awal,” tegasnya.
Meski demikian, Aprozi mengungkapkan bahwa hingga saat ini komunikasi antara DPR dan pemerintah, khususnya dengan Kementerian Agama, terus berjalan intensif. Ia menyebut persiapan haji tahun ini telah mencapai sekitar 99 persen.
“Secara umum, kita lihat tidak ada masalah serius. Persiapan sudah hampir rampung, tinggal hal-hal teknis kecil,” katanya.
Namun, ia menekankan bahwa kesiapan administratif saja tidak cukup. Pemerintah harus memastikan adanya langkah kontinjensi yang konkret dan terukur jika terjadi eskalasi konflik secara tiba-tiba.
Aprozi juga menyoroti pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan yang diambil, terutama jika berkaitan dengan perubahan biaya atau kebijakan teknis yang berdampak langsung pada jamaah.
“Jangan sampai masyarakat kaget di tengah jalan. Semua harus disampaikan secara terbuka,” ujarnya.
Di sisi lain, Komisi VIII tetap optimistis penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lancar. Kendati situasi global dinamis, ia menilai Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan serupa.
“Kita optimistis, tapi tetap harus waspada. Geopolitik ini fluktuatif, dan pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan kondisi yang terlihat aman saat ini,” pungkasnya. (ren/ian).



















