Embun Beku di Wisata Gunung Bromo Terus Meluas, Diprediksi Akan Berakhir hingga September

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

Probolinggo, Kabarpas.com – Embun beku akibat dampak dari suhu dingin yang mencapai minus 1 derajat celsius, di kawasan wisata Lautan Pasir Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, hingga kini semakin meluas, Minggu (30/06/2019).

Sebelumnya, embun beku hanya berkisar setengah hektar saja. Namun, kini sudah semakin meluas dan mencapai 4 Ha.

Luasan 4 Ha tersebut tidak merata, atau bergerombol, melainkan menyebar ada titik-titik tertentu yang terjadinya embun beku.

Titik embun beku didominasi di tebing sisi timur Puncak Mentigen, yang di kawasan tersebut suhu bisa mencapai minus derajat.

Kepada wartawan kabarpas.com, Subur Hari Handoyo, Kepala resort tengger Lautan Pasir, menuturkan, fenomena tahunan ini diprediksi akan berlangsung lebih lama hingga pertengahan September nanti.

“Namun, bila akhir Agutus suhu agak memanas, diprediksi embun beku berakhir hanya di bulan Agustus 2019,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Bila wisatawan ingin berburu embun sajlu, lanjut Hari. Di Spot (turunan menuju lautan pasir atau di bawah tebing Puncak Mentigen, dan area pasir berbisik), fenomena embun sajlu itu akan nampak.

Sedangkan di kawasan dekat kawah gunung bromo dan sekitarnya, tidak terpantau adanya fenomena embun beku tersebut.

“Wisata gunung bromo aman untuk di kunjungi, asal pengunjung mempersiapkan jaket, tutup kepala, sarung tangan dan sepatu, karena suhunya dingin,” ujar Subur.

“Wisata Gunung Bromo aman di saat muncul fenomena embun salju, namun bila pengujung yang memiliki sakit seperti jantung dan asma, disarankan tidak mendatangi spot terjadinya embun salju,” tutupnya. (wil/gus).