Reporter : Rosy Adim
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Sejumlah desa di dua kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan hingga kini masih terendam banjir, dengan ketinggian hingga sekitar 70 cm. Dua kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Beji dan Bangil.
Banjir yang melanda pemukiman warga tersebut dapat dikatakan sudah menjadi langganan bagi warga sekitar. Pasalnya, warga yang berada pada titik banjir memang sudah mengetahui jika intensitas curah hujan tinggi, maka tak dapat dihindari bahwa daerah tempat tinggal warga ini akan terendam air banjir yang meluap dari sungai.
Banjir saat ini sendiri berada di 4 desa. Yakni, Desa Tambakan dan Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Bangil, kabupaten setempat.
Sedangkan di wilayah Kecamatan Beji, banjir merendam pemukiman warga di Desa Kedungboto, dan di Desa Kedungringin.
Ironisnya, banjir yang merendam pemukiman warga ino datangnya pada saat malam hari, ketika banyak warga yang beristirahat sehingga tidak tahu jika banjir datang dan seketika merendam rumah milik mereka.
“Datangnya banjir tanpa sepengetahuan warga, jadi tanpa persiapan dan belum sempat memindahkan peralatan rumah tangga, air sudah datang hingga warga sempat kalang kabut untuk menyelamatkan barang berharganya,” terang Suprapti, warga sekitar.
Adanya banjir ini membuat seluruh aktivitas warga terganggu, dikarenakan motor warga tidak dapat keluar rumah akibat besarnya air banjir yang masih menggenang.
Warga yang rumahnya terendam banjir juga dibuat resah akibat gatalnya air banjir yang diduga sangat kotor dan bercampur air limbah dari beberapa perusahaan di sekitar pemukiman mereka.
“Air banjir yang datang membuat kaki gatal, ini diduga akibat bercampurnya air sungai yang meluap dengan limbah kotor dari beberapa perusahaan,” terang Urip saat di lokasi banjir.
Alhasil, warga yang melakukan aktifitas rumah tangga dengan menceburkan kakinya ke dalam air banjir, membuat kaki gatal-gatal hingga merasa sakit pada jari kaki mereka. (ros/tin).

















