Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 23 Jan 2019

Dua Kecamatan di Pasuruan Terendam Banjir, Warga Mulai Alami Gatal-gatal


Dua Kecamatan di Pasuruan Terendam Banjir, Warga Mulai Alami Gatal-gatal Perbesar

Reporter : Rosy Adim

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Sejumlah desa di dua kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan hingga kini masih terendam banjir, dengan ketinggian hingga sekitar 70 cm. Dua kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Beji dan Bangil.

Banjir yang melanda pemukiman warga tersebut dapat dikatakan sudah menjadi langganan bagi warga sekitar. Pasalnya, warga yang berada pada titik banjir memang sudah mengetahui jika intensitas curah hujan tinggi, maka tak dapat dihindari bahwa daerah tempat tinggal warga ini akan terendam air banjir yang meluap dari sungai.

Banjir saat ini sendiri berada di 4 desa. Yakni, Desa Tambakan dan Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Bangil, kabupaten setempat.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Beji, banjir merendam pemukiman warga di Desa Kedungboto, dan di Desa Kedungringin.

Ironisnya, banjir yang merendam pemukiman warga ino datangnya pada saat malam hari, ketika banyak warga yang beristirahat sehingga tidak tahu jika banjir datang dan seketika merendam rumah milik mereka.

“Datangnya banjir tanpa sepengetahuan warga, jadi tanpa persiapan dan belum sempat memindahkan peralatan rumah tangga, air sudah datang hingga warga sempat kalang kabut untuk menyelamatkan barang berharganya,” terang Suprapti, warga sekitar.

Adanya banjir ini membuat seluruh aktivitas warga terganggu, dikarenakan motor warga tidak dapat keluar rumah akibat besarnya air banjir yang masih menggenang.

Warga yang rumahnya terendam banjir juga dibuat resah akibat gatalnya air banjir yang diduga sangat kotor dan bercampur air limbah dari beberapa perusahaan di sekitar pemukiman mereka.

“Air banjir yang datang membuat kaki gatal, ini diduga akibat bercampurnya air sungai yang meluap dengan limbah kotor dari beberapa perusahaan,” terang Urip saat di lokasi banjir.

Alhasil, warga yang melakukan aktifitas rumah tangga dengan menceburkan kakinya ke dalam air banjir, membuat kaki gatal-gatal hingga merasa sakit pada jari kaki mereka. (ros/tin).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Mas Adi Tekankan Bahaya Narkoba bagi Generasi Emas 2045

25 April 2026 - 08:10

Berangkatkan Ratusan Calon Jemaah Haji Kota Pasuruan, Begini Pesan Mas Adi…

24 April 2026 - 04:35

Bunda Ani Adi Wibowo Ajak Peran Aktif Orang Tua Cegah Perkawinan Anak

23 April 2026 - 17:53

Cegah Tertukar, Calon Jemaah Haji Kota Pasuruan Beri Tanda Koper dengan Boneka hingga Pita Warna-warni

22 April 2026 - 08:36

Dorong Perlindungan Pekerja Lebih Luas, BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Kumpulkan 100 PKBU dalam Customer Gathering

21 April 2026 - 22:59

Matangkan Revisi Perda Disabilitas, Komisi E DPRD Jatim Gagas Koperasi Kodifa Jawara

21 April 2026 - 17:45

Trending di Berita Pasuruan