Trenggalek, kabarpas.com – Pemrintah Daerah Kabupaten Trenggalek berharap agar pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya perikanan bukan hanya dilakukan oleh aparat pengawas, namun juga harus melibatkan masyarakat. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek Cusi Kurniawati pada acara Pokmaswas (kelompok masyarakat pengawas).
Cusi menyebut jika partisipasi masyarakat dalam pengawasan perikanan harus dilembagakan Pokmaswas yang dilegitimasi oleh Dinas Perrikanan Kabupaten/Kota atau Provinsi.
Cusi menjelaskan, di Kabupaten Trenggalek ada 21 Pokmaswas yang terdiri dari 12 Pokmaswas laut dan 9 Pokmaswas perairan umum daratan.
“Setiap Pokmaswas memilki wilayah pengawasan tertentu dengan jenis habitat tertentu. Ada yang mengawasi penangkapan ikan, penyu, hutan mangrove, terumbu karang sampai dengan vegitasi pantai. Selain melakukan pengawasan mereka juga melakukan perawatan dan konservasi, “ucapnya.
Untuk menjaga keutuhan, masih lanjut Cusi, kekompakan dan semangat kerja para Pokmaswas perlu kiranya dipertahankan. “Kami mengadakan pembinaan dan silahturahmi bersama Pokmaswas di rumah kuliner Cipta Rasa Durenan, “imbuhnya.
Ditambahkan dia, dalam agenda pembinaan tersebut pihaknya juga memberikan kesempatan kepada para Pokmaswas untuk mencerikan suka dan duka selama bertugas, kendala yang dialami serta informasi baru.
Dia menegaskan, dari informasi tersebut didapat beberapa hal, antara lain rencana penandaan zona konservasi di Pantai Mutiara Prigi dengan memanfaatkan styrofoam bekas oleh Pokmaswas Rembeng Raya Pantai Mutiara.
Selain itu juga pengusulan pembentukan satgas karbon oleh Pokmaswas Kejung Samudera Mangrove Cengkrong. “Sementara Pokmaswas Taman Kili-kili mengusulkan pengembangan pariwisata, “tukasnya.
Selanjutnya dia berharap jika ada temuan kasus pelanggaran di lapangan agar melaporkan kepada aparat pengawas setempat. Minimal Bhabin (Bhayangakara pembina), Kamtibmas, BKTM serta Babinsa. Tak terkecuali ke Polsek, Koramil, Pol. Airud, TNI AL serta PSDKP.
“Kegiatan silahturahmi sekaligus pembinaan kita adakan setahun sekali. Kami aktif mengganggarkan pembiayaan sarana dan prasara Pokmaswas baik di tingkat provinsi maupun pusat, “tutupnya (ADV).
















