Banyuwangi (Kabarpas.com) – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas meluncurkan program ”Smart Kampung”, di Perkebunan Kalibendo, kabupaten setempat, Selasa (31/05/2016).
”Smart Kampung” sendiri adalah program pengembangan desa yang digagas oleh Pemkab Banyuwangi. Program ini mendesain desa mempunyai kerangka program terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
”Program ini kami gagas salah satunya untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa. Program ini sudah trial and error selama tiga bulan, dan baru sekarang diluncurkan. Tentu ke depan terus disempurnakan karena kita juga harus adaptif dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada wartawan Kabarpas.com.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Suyanto Waspotondo menambahkan, setelah serat optik di 41 desa tuntas sehingga bisa diluncurkan, pihaknya dan Telkom kini menyelesaikan survei kesiapan di 176 desa/kelurahan lainnya.
”Dana itu nanti diatur di APBDesa, baik untuk Perubahan APBDes 2016 maupun APBDes 2017. Target kami, pada 2017, semua desa bersama-sama akan menjadi Smart Kampung dengan kelengkapan fasilitas penunjang TIK yang bagus,” kata Yayan, sapaan Suyanto.
Yayan menambahkan, untuk menunjang kelancaran Smart Kampung, setiap desa bakal dilengkapi satu operator yang telah dilatih secara intensif oleh pemerintah daerah. Mereka diberi pelatihan seputar pengetahuan internet, pengoperasian pelayanan publik berbasis TIK, hingga pemanfaatan internet marketing.
”Operator ini akan menjadi jembatan bagi warga untuk bisa mengoptimalkan pemanfaatan TIK yang disediakan di desa,” pungkas Yayan. (dik/gus).














