Bupati Probolinggo Haramkan Pembagian Beras dengan Sistem “Bagito”

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pemerintah akan membagikan sebanyak 2.087.055 kilogram beras pada keluarga miskin di wilayah Kabupaten Probolinggo. Beras tersebut nantinya akan dibagikan setiap sebulan sekali sepanjang tahun 2016.

Dengan sasaran sebanyak 139.137 Rumah Tangga Sasaran Penduduk Miskin (RTSPM) di Kabupaten Probolinggo, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari menghimbau pada satuan pelaksana (Satlak) baik tingkat pemkab, kecamatan maupun desa, agar melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, terkait pembagian beras untuk keluarga sejahtera (rastra).

Sebab jika tidak dilaksanakan demikian, lanjut Bupati Probolinggo. Maka yang bersangkutan akan berhadapan dengan aparat penegak hukum. Karenanya, Bupati bersama dengan bulog dan Dinsos, menekankan pada kades dan muspida untuk melaksanakan betul juknis yang telah disebar.

“Jangan sampai menambahkan pungutan apapun dalam pembagian rastra. Entah itu uang antar, uang timbangan, pokoknya jangan. Kalau per kilo Rp. 1.600, ya sudah berikan itu saja. Kecuali, kalau Anda mau berhadapan dengan Kejaksaan dan Polres,” ujarnya saat di Pendopo Probolinggo. Rabu, (27/01/2016).

Selain itu, Bupati juga mengharamkan pembagian raskin ini dengan sistem “Bagito” alias bagi roto (bagi rata.red). Maksudnya, pada pembagian rastra terdahulu, ada kemungkinan beras jatah ini dibagikan merata ke seluruh kalangan masyarakat. Tak pandang masyarakat miskin maupun yang telah berkecukupan.

“Apabila pihak Kejaksaan dan Polisi menemukan adanya penyelewengan rastra. Kami sebagai pemerintah tidak akan mau menjadi “bemper” kades atau pun perangkat yang bermasalah dengan menyelewengkan rastra tersebut,” pungkasnya. (sam/tin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *