Banyuwangi (Kabarpas.com) – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Kabupaten Banyuwangi. Penghargaan Adipura Buana di bidang kebersihan dan lingkungan hidup itu, untuk keempat kalinya diraih oleh kabupaten berjuluk the Sunrise of Java tersebut.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Pelaksana Tuga (Plt) Badan Lingkungan Hidup, Husnul Chotimah di Lapangan Istana Siak, Riau, beberapan waktu yang lalu.
Piala Adipura Buana 2016 merupakan penghargaan kategori baru. Penghargaan ini diberikan pada daerah yang dinilai mampu menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan, untuk membentuk kota layak huni yang tercermin dari masyarakat kota peduli lingkungan.
“Saya merasa bangga karena rakyat Banyuwangi berhasil mempertahankan Adipura empat tahun secara berturut-turut. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi, yang ikut mendukung pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman. Semua berperan nyata, mulai dari pesapon, tukang sampah, dan yang paling nyata adalah kerja keras semua rakyat dalam mewujudkan budaya bersih di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada Kabarpas.com, Minggu (24/07/20160.
Kategori baru penghargaan Adipura Buana ini, meneguhkan kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini sebagai salah satu kabupaten terbersih di Indonesia. Setelah sebelumnya pada 2011 Banyuwangi pernah dinobatkan sebagai kota terkotor kedua se-Jawa Timur. Tidak hanya sekedar bersih namun penghargaan ini juga merepresentasikan keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Perilaku masyarakat yang semakin sadar terhadap kebersihan di lingkungan sekitarnya menjadi kunci utama diraihnya penghargaan ini. Kami berharap kepedulian ini dapat terus bergulir untuk menciptakan Banyuwangi akan semakin nyaman untuk ditinggali,” ujar Bupati Anas kepada Kabarpas.com.
Selain menciptakan kebersihan di lingkungan masing-masing, imbuh Azwar Anas, warga juga diajak turut menjaga kebersihan pada obyek wisata di Banyuwangi. Karena seringkali ditemui sejumlah destinasi kurang terjaga kebersihannya saat ramai pengunjung.
“Pariwisata Banyuwangi sedang menggeliat, untuk itu kita semua wajib menjaga kebersihan obyek-obyek wisata yang ada. Karena wisatawan itu senang berada di tempat yang bersih. Kalau kotor terus, citra pariwisata Banyuwangi turun, otomatis wisatawan enggan datang. Untuk itu, minimal buanglah sampah pada tempatnya, jangan buang plastik dan sisa makanan seenaknya,” pungkas pria yang pernah menjadi ketua umum IPNU masa khidmat 2000-2003 tersebut. (dik/gus).












