Trenggalek, kabarpas.com – DPRD Kabupaten Trenggalek melalui Badan Anggaran (Banggar) menggelar rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas APBD Tahun Anggaran 2024.
Ketua Banggar DPRD Kabupaten Trenggalek, Samsul Anam mengatakan, pada rapat ini membahas tentang rencana penganggaran pada APBD TA 2024.
“Intinya, rapat ini menindaklanjuti pembahasan anggara ditingkat komisi, “ucapnya.
Samsul menuturkan, rapat Banggar bersama TAPD ini melalui proses di tingkat masing-masing komisi. “Beberapa waktu yang lalu komisi menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra, “imbuhnya.
Politisi PKB ini menyebut jika komisi-komisi telah merekomendasi Banggar dan menginformasikan kepada TAPD. Secara umum masih berkutat pada soal Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita mengagendakan untuk menggelar rapat bersama OPD penghasil untuk mengetahui lebih dalam terkait pendapatan di Kabupaten Trenggalek. Kita juga akan menanyakan bagaimana caranya bisa mengoptimalkan PAD dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada, “tukasnya.
Dijelaskannya, pada pembahasan ditingkat komisi masih bersifat makro. Kami juga mendapat informasi dari komisi jika akan ada penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 42 milyar.
“Penambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk gaji ASN yang mengalami kenaikan 8 persen dan juga gaji PPPK dari rencana rekrutmen ditahun 2023 untuk tahun 2024. Peruntukannya memang sudah jelas, yakni untuk kenaikan gaji ASN dan PPPK, “tandasnya.
Dia menyampaikan, terkait PAD masih berkutat pada kenaikan dibeberapa item. Seperti peraturan daerah (Perda), Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), yang semula Rp 48 milyar naik menjadi Rp 53 milyar. Sedang Perda PDRD baru saja ditetapkan.
“Kita juga akan tindaklanjuti terkait penyertaan modal untuk PT JET dan BPR Jwalita. Kota berharap setelah kita mengundang OPD penghasil PAD bisa meningkat dan akan berdampak pada penambahan APBD,”tutupnya. (ADV).
















