Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 30 Mei 2025

Pemkab Probolinggo Tuntas 100 Persen Musdesus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih


Pemkab Probolinggo Tuntas 100 Persen Musdesus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berhasil menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Hingga Kamis (29/5/2025), total 325 desa dan 5 kelurahan telah menyelesaikan tahapan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelum target yang ditetapkan pada 31 Mei 2025.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyampaikan capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif lintas sektor dan elemen masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Probolinggo telah melaksanakan Musdesus Koperasi Desa Merah Putih. Hari ini, 14 desa di Kecamatan Banyuanyar dan 2 desa di Kecamatan Krucil menjadi penutup rangkaian Musdesus ini. Jadi tuntas 100 persen per tanggal 29 Mei 2025, lebih cepat dari target,” ujarnya.

Taufik menjelaskan Musdesus ini merupakan fondasi awal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. “Tahapan pelaksanaan dimulai dari sosialisasi, pra-musdesus hingga musdesus yang dilakukan secara bertahap dan sesuai regulasi,” jelasnya.

Menurut Taufik, hingga saat ini terdapat 92 koperasi yang sedang dalam proses pengesahan akta hukum (AHU) melalui notaris dan sistem entri Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sementara delapan koperasi telah resmi berbadan hukum dan 230 koperasi lainnya sedang dalam tahap pemberkasan untuk diajukan ke notaris.

“Kami laksanakan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelibatan semua unsur menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.

Taufik menegaskan dukungan dan support terhadap program ini datang dari Bupati Probolinggo, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan dan Komisi II DPRD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta tokoh-tokoh desa dan masyarakat sipil. Para camat juga aktif hadir dalam setiap musdesus. Bahkan Forkopimka yang terdiri dari unsur Polsek dan Koramil ikut serta dalam pendampingan kegiatan di lapangan.

“Para camat dan kepala desa sangat bersemangat, begitu juga dengan BPD dan masyarakatnya. Ini benar-benar gerakan kolektif membangun ekonomi desa berbasis koperasi,” lanjutnya.

Setelah tahap musdesus selesai jelas Taufik, langkah selanjutnya adalah penguatan kelembagaan koperasi. DKUPP Kabupaten Probolinggo telah menyiapkan pelatihan khusus bagi pengurus koperasi, pengawas dan pengelola unit usaha desa.

“Bimbingan teknis (bimtek) juga akan diberikan kepada para Kasi Ekonomi dan Pembangunan di tingkat kecamatan untuk memperkuat peran mereka sebagai pendamping koperasi di wilayah masing-masing. Kita tidak boleh berhenti di pembentukan. Justru setelah ini, penguatan kapasitas SDM dan manajemen koperasi menjadi prioritas,” ujarnya.

Taufik menambahkan melalui Koperasi Desa Merah Putih, setiap desa didorong untuk mengenali dan mengembangkan potensi lokalnya. Pendekatan ini tidak hanya akan menumbuhkan ekonomi desa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), indeks kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“Kami berharap koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi desa. Ke depan, tidak hanya one village one product, tapi bisa lebih dari itu. Potensi desa di Kabupaten Probolinggo sangat besar. Tinggal bagaimana ide, kreativitas dan strategi dimaksimalkan,” tegasnya.

Dalam jangka menengah terang Taufik, koperasi diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi desa, membuka lapangan kerja baru serta menjadi wadah untuk menyerap dan menyalurkan hasil produksi lokal. “Setiap unit usaha koperasi akan diarahkan sesuai dengan keunggulan komparatif dan karakteristik wilayah masing-masing,” tambahnya.

Taufik menegaskan keberhasilan percepatan Musdesus ini juga membuka peluang untuk integrasi lebih luas antara sektor koperasi dan sektor strategis lainnya, seperti pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata desa. Dengan begitu, koperasi desa tak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

“Ini bukan hanya proyek administratif. Ini adalah perjuangan kolektif untuk kesejahteraan desa. Maka kami akan terus kawal sampai koperasi ini benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

DPD PAN Jember Dukung Pelaporan Penyebar Hoaks yang Seret Nama Zulkifli Hasan

25 April 2026 - 17:03

Milad ke-36 Yayasan Pesantren Al Karimiyah: Melangkah Bersama, Menguatkan Ukhuwah, Membangun Masa Depan

25 April 2026 - 12:02

Laki Code Hadir di Blitar, Sajikan Modif Contest hingga Night Ride Seru

25 April 2026 - 10:39

Mas Adi Tekankan Bahaya Narkoba bagi Generasi Emas 2045

25 April 2026 - 08:10

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

25 April 2026 - 08:07

Dari SPBU ke Pengeroyokan, Kasus Anggota DPRD Jember Masuk Tahap Pemeriksaan Saksi Polisi

24 April 2026 - 16:14

Trending di KABAR NUSANTARA