Warungdowo (Kabarpas.com) – Dua hari terakhir ini warga Kota dan Kabupaten Pasuruan dihebohkan dengan beredarnya pesan broadcast, terkait ajakan untuk menjadi pasukan berani mati pengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pesan berantai yang mengatasnamakan santri dan spirit resolusi jihad itu, dengan cepat langsung tersebar secara viral di media sosial (Medsos). Berikut isi dari pesan broadcast tersebut:
Dalam rangka peringatan hari santri nasional sekaligus menggelorakan resolusi jihad KH.Hasyim Asy’ari, aliansi santri pasuruan akan mendeklarasikan pasukan berani mati pengawal fatwa MUI terkait penistaan Alquran.
Agenda :
22 – 28 okt > pendaftaran
28 okt > deklarasi
29 – 31 okt > Gemblengan
1 Nop > Sowan habaib & kyai sepuh pasuruan
2 Nop > Tawassul ke auliya’ dan masyayikh pasuruan
3 Nop > Persiapan/ menunggu komando dr panglima pusat (Jakarta)
syarat anggota :
1. Laki2
2. umur 21 th keatas
3. Umur 17 – 20 (harus ijin orang tua)
4. mengisi surat pernyataan
5. siap brgkat ke Jakarta
ttd :
korlap
Gus Ujay Almanaqi kontak 0822-3057-2058
mengatahui :
panglima
Gus Sunardi , kontak 0838 3388 0043.
Menanggapi beredarnya pesan broadcast tersebut, Ansor Kabupaten Pasuruan langsung mengeluarkan pernyatakan sikap. Pihaknya meminta kepada jajaran Ansor dan Banser untuk selalu waspada terhadap gerakan atau ajakan yang mengatasnamakan santri Pasuruan dan tetap melakukan koordinasi dan patuh terhadap seluruh keputusan PCNU Kabupaten Pasuruan.
Berikut pernyataan resmi PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan yang diterima redaksi Kabarpas.com :
Assalamu’alaikum. Terkait dg adanya ajakan atas nama Aliansi Santri Pasuruan dalam memperingati Hari santri dan menggelorakan resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari melalui “perekrutan” pasukan berani mati pengawal fatwa MUI maka kami GP Ansor Kabupaten bersikap mengintruksikan :
- Kepada seluruh kader yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan agar dalam merespon hal tersebut menggunakan jalur Koordinasi Institusi
- Patuh dan menjalani segala keputusan PCNU Kab. Pasuruan
- Melakukan pemantauan terhadap gerakan – gerakan atau ajakan – ajakan pihak lain yang mengindikasikan menggunakan atas nama “santri” di sekitar wilayah Kabupaten Pasuruan
- Segera melaporkan jika ada warga Nahdliyin yang terpengaruh ajakan tersebut.
Demikian harap menjadi perhatian.Wassalam
PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan. (ajo/gus).

















