Wali Kota Probolinggo Targetkan Imunisasi Polio 100 Persen

Probolinggo (Kabarpas.com) – Wali Kota Probolinggo Rukmini mencanangkan secara resmi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat kota setempat. Kegiatan pencanangan ini dilakukan di Taman Posyandu Kemuning, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

“Pencanangan PIN Polio sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mewujudkan eradikasi polio global tahun 2020. Oleh karena itu kegiatan PIN Polio yang merupakan program nasional ini harus kita dukung bersama. Dengan tujuan untuk mengantisipasi agar anak-anak kita terbebas dari kasus penyakit Polio,” kata Wali Kota Probolinggo, Rukmini dalam sambutannya. Kamis, (10/03/2016).

Selain itu, Wali Kota juga meminta kepada para seluruh Camat, Lurah, Pengurus TP PKK kota, Kecamatan dan PKK Kelurahan, serta Kepala Puskesmas dan kader Posyandu untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaan PIN Polio di lapangan.

“Kita menginginkan dalam PIN Polio tahun ini, Balita yang akan mendapatkan imunisasi Polio pencapaiannya harus 100 parsen. Apabila pelaksanaannya tidak mencapai target maka kita akan lakukan kunjungan ke rumah-rumah warga dengan tujuan untuk menjamin semua Balita mendapat imunisasi polio, baik bagi balita yang sudah terdaftar maupun yang belum,” tandasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Ninik Ira Wibawati mengatakan, pemberian imunisasi polio kepada 18.800 anak dilaksanakan di beberapa tempat. Di antaranya yaitu meliputi 218 buah POS PIN di Posyandu, 5 Puskesmas, 21 Puskesmas Pembantu yang ada di kelurahan.

“Dengan adanya pelaksanaan PIN Polio akan memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio Sabin,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang ingin balitanya mendapatkan PIN Polio bisa mendatangi Posyandu maupun Puskesmas terdekat untuk menjaga kesehatan buah hatinya.

“Buah hati kita saat ini merupakan generasi emas 30 tahun ke depan. Dan jika anak kita sehat tentunya akan menjadi modal pembangunan di masa depan,” pungkasnya. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *