Senin, 16 Februari 2026 – 16.21 | 724 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait memaparkan perkembangan terbaru penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember dalam program televisi swasta, Senin pagi (16/2/2026). Melalui sambungan daring, ia menjelaskan kondisi terkini di lapangan mulai dari fase tanggap darurat hingga langkah pemulihan yang kini tengah dikebut pemerintah daerah.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sedikitnya 7.445 kepala keluarga terdampak banjir yang meluas di 23 desa pada 10 kecamatan. Ratusan warga sempat mengungsi ke tempat aman, sementara satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membersihkan rumah dari genangan.
Wilayah yang mengalami dampak cukup parah antara lain Desa Nogosari (Rambipuji) dan Desa Glundengan (Wuluhan). Permukiman warga di kawasan tersebut terendam banjir luapan sungai dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Daerah terdampak berada di sepanjang aliran Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di Pegunungan Argopuro. Ketika hujan ekstrem terjadi, debit air meningkat tajam dan meluap ke pemukiman.
Fawait menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jember telah menetapkan status tanggap darurat sejak 12 hingga 26 Februari 2026. Berbagai langkah cepat dilakukan, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, distribusi logistik, hingga koordinasi lintas instansi.
“Status tanggap darurat kami tetapkan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.
Selain penanganan darurat, Pemkab Jember kini mulai mengarahkan fokus pada pemulihan. Sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur dilaporkan rusak akibat derasnya arus banjir. Perbaikan tanggul, normalisasi sungai, serta penguatan sistem drainase menjadi prioritas agar bencana serupa tidak terus berulang.
Kabar baiknya, kondisi di sebagian besar wilayah dilaporkan berangsur membaik. Air telah surut dan warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur serta memulai aktivitas kembali.
“Alhamdulillah kondisi relatif normal. Warga sudah kembali dan kami terus mendampingi proses pemulihan,” kata Fawait.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang masih dapat terjadi hingga sepekan ke depan. Warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai diminta tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan.
“Kami mengajak masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Empati dan gotong royong menjadi kunci agar Jember bisa pulih secara perlahan namun pasti,” tuturnya. (dan/ian).



















