Reporter : Revina
Editor : Memey Mega
Malang, Kabarpas.com – Jelang libur lebaran yang jatuh pada bulan Juni 2018, Kota Malang kembali mengalami kenaikan inflasi sebesar 0.29% untuk periode Mei.
Kepala Seksi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Dwi Handayani mengatakan penyumbang terbesar kenaikan inflasi dari kelompok transportasi.
“Ada kenaikan, dua bulan lalu slow aja dan sekarang sudah mulai naik. Karena memang bulan puasa dan lebaran penyumbang paling besar dari kelompok transportasi,” jelasnya saat memaparkan rilis inflasi Kota Malang di Aula BPS, Senin (4/6).
Dia juga menjelaskan sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi diantaranya angkatan udara sebesar 20.16%, bahan bakar rumah tangga 12.15%, telur ayam ras 11.53%, daging ayam ras 4.62%, bawang merah 5.18%, apel 4.67%, tahu mentah 2.43%, sepeda motor 0.77%, anggur 11.02%, dan emas 1.01%.
“Dan terbesar kedua yakni bahan bakar rumah tangga yaitu elpiji 3kg. Sebenarnya di pertamina tidak ada kenaikan harga, jadi kenailan harga itu dari pengecer mungkin karena ada kelangkaan itu,” lanjutnya.
Sementara itu, Dudi Herwadi, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi (TPD) Kota Malang menambahkan saat ini penjualan tiket pesawat dari Malang masih kosong, “Kalau sekarang berangkat dari Malang pesawat pada kosong tapi yang datang ke Malang banyak,” timpalnya.
Ia juga mengakui jika ada kenaikan harga tiket pesawat karena perimntaan yang juga meningkat.
“Angkutan udara menghadapi lebaran selalu ada kenaikan permintaan sehingga diikuti kenaikan harga. Pertengahan bulan kemaren rupiah juga agak terganggu sedangkan tarif udara mengacu pada tarif tengah kurs rupiah. jadi mau gak mau setiap minggu di lakukan evaluasi. Jadi kalo terganggu kurs, tarifnya juga terganggu,” katanya. (Rev/Mey)

















