Pasuruan, Kabarpas.com – Rintik hujan yang turun pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, mengiringi pelaksanaan doa untuk para leluhur di Pajimatan Astana Niti Adi Ningrat Kanjeng Pangeran Surga-Surgi. Kegiatan doa yang dipimpin oleh Ustad Sofyan dari Winongan tersebut merupakan bagian dari tradisi rutin Purnamaan yang digelar di Komplek Masjid Agung Al.Anwar Kota Pasuruan.
Ratusan jamaah tampak hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ikhtiar spiritual untuk keberkahan bersama.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan di halaman depan Masjid Agung Kota Pasuruan. Di bawah Payung Madinah, jamaah mengikuti tradisi Barian, yakni makan bersama dan ramah tamah yang menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan antar jamaah.
Salah satu panitia, Gus Mamad asal Gondang Wetan, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah.
“Alhamdulillah, lebih dari 1.200 nasi bungkus yang kami siapkan dapat dinikmati oleh jamaah yang hadir, baik di area Pajimatan maupun di Komplek Masjid Agung,” ujarnya sambil membagikan nasi bungkus kepada jamaah.
Sementara itu, Romo Basori, penggiat kegiatan Purnamaan, juga mengungkapkan apresiasi atas kelancaran acara. Ia optimistis bahwa kiprah Persatuan Kanjeng Pangeran Surga-Surgi di tahun 2026 akan semakin membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas, khususnya dalam penguatan nilai spiritual dan pelestarian budaya lokal.
“Tradisi Purnamaan ini diharapkan terus menjadi ruang spiritual dan budaya yang mempererat hubungan antar umat, sekaligus menjaga warisan leluhur yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Pasuruan,” pungkasnya. (mud/ian).



















