Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 7 Des 2025

Ramai Kritik Banner Program Pemkab, Fawait Tegaskan Bukan Kampanye Melainkan Sosialisasi


Ramai Kritik Banner Program Pemkab, Fawait Tegaskan Bukan Kampanye Melainkan Sosialisasi Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa maraknya banner bergambar dirinya yang berisi informasi berbagai program pemerintah daerah bukan bagian dari kampanye, melainkan strategi untuk memperluas sosialisasi. Penjelasan ini disampaikan Fawait menanggapi sorotan masyarakat di media sosial yang menilai pemasangan banner tersebut membuang anggaran, sementara sebagian warga lainnya menilai banner itu justru membantu penyebaran informasi publik.

“Dari survei, banyak yang belum tahu soal program UHC. Karena itu, selain lewat media sosial, kami turun langsung menyosialisasikan, bahkan lewat banner agar program itu tersampaikan secara maksimal,” ujar Fawait di sela-sela Apel Sholawat Kebangsaan, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya, kebutuhan informasi dasar mengenai layanan pemerintah masih belum merata, sehingga format sosialisasi yang mudah dilihat masyarakat perlu diperbanyak. Banner dianggap sebagai salah satu media paling cepat menjangkau warga di tingkat desa hingga kecamatan.

Fawait juga menegaskan bahwa program prioritas pemerintah tidak hanya berfokus pada UHC. Tahun depan, penurunan kemiskinan tetap menjadi target utama melalui dua jalur: jangka pendek melalui bantuan sosial, jangka menengah lewat percepatan pembangunan infrastruktur termasuk sektor kesehatan, dan melalui peningkatan kualitas pendidikan.

(Makanya kuota beasiswa di era saya ditambah. Pendidikan juga kita dorong lewat program kejar paket untuk memperbaiki IPM (Indeks Pembangunan Manusia),” jelasnya.

Selain banner, Pemkab Jember juga menggunakan beberapa kanal lain untuk menyampaikan program, seperti Gus’e Menyapa dan Bunga Desaku, yang disebut Fawait sebagai upaya memperpendek jarak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan penjelasan ini, Fawait berharap kontroversi di media sosial dapat dilihat dalam konteks kebutuhan perluasan informasi publik, terutama untuk program yang menyentuh layanan dasar masyarakat. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 175 kali

Baca Lainnya

Honda BeAT Day 2026 Perkuat Sinergi Komunitas dan Kebersamaan Bikers

16 Februari 2026 - 16:40

Diduga Jadi Tempat Maksiat, Puluhan Warung di Pasuruan Diobok-obok Satpol PP

16 Februari 2026 - 16:27

Update Banjir Jember: 7.445 KK Terdampak, Pemkab Fokus Pemulihan dan Waspada Cuaca Ekstrem

16 Februari 2026 - 16:21

Luar Biasa! 36 Ribu Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Kemenag: Bukan Lagi Sekolah Alternatif

16 Februari 2026 - 16:18

Ribuan Warga Padati Lapangan Mangli, Launching All New Vario 125 Street di Jember Berlangsung Meriah

16 Februari 2026 - 07:24

Scoopy Romantic Music Corner Hadirkan Nuansa Hangat Akhir Pekan di Kayutangan Heritage Malang

16 Februari 2026 - 07:19

Trending di Kabar Otomotif