Probolinggo (Kabarpas.com) – Puluhan orang yang mengatas namakan relawan kang Jumanto, mendatangi Sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Probolinggo. Mereka hendak melaporkan kasus rusak dan hilangnya 7 baliho bergambar Kang Jumanto di beberapa titik yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, aksi pengrusakkan dan pencurian baliho yang diduga dilakukan oleh lawan politik mereka jelang Pilbup 2018 mendatang. Tak kurang 7 baliho di tujuh titik di sepanjang jalur Paiton-Tongas hilang tanpa jejak dan hanya menyisakan tiang kayunya saja.
Baliho yang terpasang sejak 4 hari lalu dipinggir jalan pantura tersebut, sejatinya sudah tersebar seperti di Paiton, Asembakor, Semampir, Pajarakan,Klaseman,Gending, dan Tongas itu mulai hilang sejak Senin (06/06/2016) lalu. Namun, baru diketahui dan dilaporkan oleh relawan Kang Jumanto pada hari ini (Rabu, 08/06/2016).
“Aksi pengrusakkan dan pencurian baliho ini kerap kali terjadi, pada baliho yang kami pasang sejak tahun 2004 lalu. Namun, kami sengaja membiarkannya meski kami mengetahui siapa saja oknum yang melakukannya. Tapi, kami tak ingin memperkeruh suasana apalagi di bulan suci ramadan kali ini. Baliho yang kami pasang hanya ucapan menyambut bulan suci ramadan dan selamat menunaikan ibadah puasa. Apa ada yang salah,” ujar Soleh, salah seorang relawan kang Jumanto yang turut melapor.
Selain itu Saleh menambahkan, kecurigaanya pada oknum dari lawan politiknya sangat beralasan, karena dari sekian banyak baliho dan spanduk ucapan menyambut bulan ramadan dan juga ucapan menunaikan ibadah puasa yang ada di samping kanan dan kiri baliho dari relawan Kang Jumanto masih utuh sedangkan balihonya sudah tidak ada. “Kan jadi aneh kenapa hanya baliho kami, padahal itu hanya baliho ucapan menyambut bulan ramadan kenapa kami di dzalimi,” imbuhnya.
Untuk memastikan siapa oknum pelaku pengrusakkan dan pencurian baliho tersebut, relawan kang Jumanto sampai mengkonfirmasi langsung kepada Satpol PP Kabupaten Probolinggo, guna memastikan apakah mereka yang melakukan pencopotan baliho tersebut. Namun, jawaban dari kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Muhammad Abduh Ramin mengatakan kalau pihaknya tidak melakukan pencopotan baliho milik relawan kang Jumanto tersebut.
“Kalau ingin kami tertibkan bisa kami copoti semua spanduk dan baliho yang tak berijin dan terpasang sembarangan di pinggir jalan,” pungkas Abduh. (sam/gus).



















