Sisi Lain Brigadir Iwan, “Bandar Rongsokan” yang Miliki Puluhan Karyawan

Oleh: ABU AVZALEA, PASURUAN

(Kabarpas.com) – MESKI saat ini masih tercatat sebagai anggota kepolisian dari Polres Pasuruan Kota. Hal itu tak membuat Brigadir Iwan Sudarmono merasa gengsi nyambi sebagai pengusaha jual-beli barang-barang bekas atau rongsokan.

Pria yang baru beberapa Minggu lalu merayakan hari kelahirannya tersebut mengatakan, kalau dirinya sudah lama melakoni usaha sampingan menjadi “bandar rongsokan”. Bahkan, ia mengaku kalau selama ini tak merasa minder bergaul dengan sejumlah barang-barang bekas tersebut.

“Ini sudah lama saya lakoni, yaitu ketika saya masih di Sabhara Polres Pasuruan Kota, pada tahun 2012 lalu,” kata Brigadir Iwan Sudarmono kepada Kabarpas.com saat ditemui di halaman Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (26/04/2016).

Brigadir Iwan mengaku, kalau dirinya tak ada obsesi sama sekali untuk menjadi seorang “bandar rongsokan”. Pasalnya, dirinya hanya ingin menjadi seorang anggota yang benar-benar mengabdi dengan setulus hati pada Polri.

“Namun, pada waktu masih di Sabhara, tiba-tiba terbesit dalam pikiran saya. Kenapa kok ada orang yang berbuat kriminal. Dari situ saya kemudian mencoba bertanya kepada beberapa orang pelaku kriminal yang kebetulan waktau itu sempat saya tangani. Dan ternyata mereka mengaku melakukan hal itu karena tak punya pekerjaan. Serta terdesak dengan kebutuhan ekonomi,” ujar bapak satu anak tersebut.

Berawal dari situlah, pria yang saat ini tinggal bersama istri dan anaknya di Perum Pucang Indah Lestari IV No. 24/blok A tersebut, mencoba untuk membuka lowoangan kerja di bidang usaha jual beli barang-barang bekas.

“Saat itu saya mengajak beberapa orang bekas napi yang terjerat sejumlah kasus kriminal, untuk bekerja di tempat saya. Dan Alhamdulillah, dengan senang hati mereka mau bekerja. Meski pada waktu itu gajinya tak besar,” ujar pria kelahiran Lamongan, 5 April 1985 itu.

Meski demikian, Brigadir Iwan menegaskan kalau dirinya sudah mewanti-wanti para pekerjanya yang hampir sebagian besar merupakan bekas pelaku kejahatan itu, untuk tidak mengulangi perbuatannya. “Ketika awal kali saya ajak gabung, mereka sudah saya kasih warning agar bekerja dengan benar dan tak lagi berbuat kriminal,” imbuhnya.

Lambat laun, usaha yang digeluti Brigadir Iwan ini menjadi terus berkembang. Dan para pekerjanya pun juga menjadi bertambah. Sehingga dirinya mengaku nekat untuk meminjam uang ke salah seorang pimpinannya di Polres Pasuruan Kota, yang nilainya mencapai Rp 25 Juta.

“Uang itu saya gunakan untuk tambah modal usaha dan juga mengaji karyawan. Sebab karyawan saya terus bertambah. Dan waktu itu, saya sempat tak menerima gaji selama beberapa bulan, lantaran uang gaji saya dipotong untuk nyicil melunasi utang tersebut,” ujar suami dari Trias Kusmardianti tersebut, sembari meneteskan air matanya saat mengenang perjuangannya membuka usaha jual beli rongsokan.

Kini berkat kerja keras dan keuletanya tersebut, saat ini ia sudah memiliki puluhan karyawan dan juga tiga mobil. Bahkan, barang-barang bekas yang ia jual itu, sudah mulai dikirim ke berbagai daerah di Jawa Timur. Diantaranya ke Surabaya, Gresik, Malang, dan Mojokerto.

Namun, terlepas dari itu semua. Brigadir Iwan mengaku, pada saat dulu awal kali dirinya merintis usaha jual-beli rongsokan tersebut, ia sempat mendapat olokan dari teman-temannya yang masih seprofesi.

“Dulu mental saya sempat down ketika diolok teman-teman. Mereka bilang polisi kok juga jadi pengusaha rongsokan. Bahkan, kalau saya lewat dibilang rombeng lewat. Istri saya juga dijuluki Bu Rombeng. Tapi, setelah teman-teman tahu niat tulus saya membuka usaha ini. Sehingga mereka tak lagi mengoloki saya,” terangnya.

Meski nyambi menjadi seorang pengusaha rongsokan. Namun, Brigadir Iwan yang saat ini juga tercatat sebagai anggota Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) se-Indonesia itu, selalu mengutamakan kerjaannya sebagai anggota polisi yang senantiasa mengabdi pada Negara dan institusinya.

“Usaha ini hanya saya lakukan pada saat senggangnya saja. Sebab ada salah satu anak buah yang sudah saya percaya untuk memantau pekerjaan karyawan lainnya. Sehingga sampai saat ini, pekerjaan saya sebagai seorang anggota polisi tidak ada yang keteteran,” terang pria yang baru beberapa bulan lalu pindah tugas di Samsat Kota Pasuruan.

Apa yang dikatakan oleh Brigadir Iwan tersebut, dibenarkan oleh Iptu Achmad Zainudin, Kanit Regindent (KRI) Samsat Kota Pasuruan. Ia mengatakan bahwa sejak Brigadir Iwan bergabung denganya, yang bersangkutan jarang sekali meninggalkan tugas dan kewajibannya.

“Selama bergabung di sini (Samsat Kota.red), dia saya lihat rajin. Dan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan profesional,” ujar perwira yang sebelumnya pernah menjabat sebagai KRI Pamekasan tersebut.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Yong Ferrydjon memberikan apresiasi tersendiri terhadap usaha yang dilakoni oleh anak buahnya tersebut. Bahkan, Kapolres juga memberikan kesempatan kepada Brigadir Iwan untuk memberi motivasi kepada anak buahnya yang lainnya pada saat usai apel di halaman Mapolres setempat.

“Saya benar-benar salut dan apresiasi kepada dia. Bayangkan saja dia sudah memiliki puluhan karyawan, dan hampir semua karyawannya itu adalah bekas napi yang pernah terjerat kasus kriminal. Semoga dia jadi tauladan bagi anak buah saya lainnya. Daripada jadi bandar sabu, mending jadi bandar rongsokan,” pungkasnya. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *