Senator Evi Zainal Abidin: Komitmen Kerukunan Antar Umat Beragama Harus Terus Dipelihara

Pasuruan, Kabarpas.com – Bangsa Indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak, tidak hanya masalah adat istiadat atau budaya seni, bahasa dan ras, tetapi juga termasuk masalah agama, demikian Senator Evi Zainal Abidin saat membuka Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Pasuruan.

“Walaupun mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, ada beberapa agama dan keyakinan lain yang juga dianut di antaranya Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu adalah contoh agama yang juga tidak sedikit dipeluk oleh warga Indonesia. Setiap agama tentu punya aturan masing-masing dalam beribadah. Namun perbedaan ini bukanlah alasan untuk berpecah belah,” tegas Senator Evi.

Menurut wanita yang akrab disapa Bunda Eza ini, keragaman beragama merupakan sunnatullah. Oleh karenanya, sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, setiap warga Indonesia berkewajiaban menjaga kerukunan umat beragama agar negara ini tetap menjadi satu kesatuan yang utuh dan mencapaui tujuannya sebagai negara yang makmur dan berkeadilan sosial.

Maka daripada itu, Senator Evi berpesan bahwa sikap yang harus dibangun dalam menyikapi kenyataan keragaman beragama adalah dengan meningkatkan sikap toleran yang benar, saling menghargai dan menghormati dengan penuh sikap kedewasaan dalam beragama. Disamping itu perlunya memperkokoh pilar-pilar kebangsaan menjadi upaya starategis dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. 

“Harus kita sadari bahwa dengan terciptanya kerukunan antar umat beragama menjadi pilar utama pelaksanaan pembangunan bagi bangsa ini, serta demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur, hidup rukun dan damai. Selain itu dengan kerukunan antar umat beragama diharapkan akan mampu melahirkan kesadaran diri bahwa pada dasarnya manusia memang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan beraneka ragam dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya,” pungkas politisi yang pernah meraih Kabarpas Award kategori Politisi Perempuan Inspiratif tersebut. (cha/gus).