Reporter: Emen Sugeng Hariyono
Editor: Anita Yolanda
Pasuruan, kabarpas.com – Suasana khidmat menyelimuti Klenteng Tjoe Tik Kiong Kota Pasuruan pada Jumat pagi (13/02/2026). Menjelang perayaan Hari Raya Imlek 2577, puluhan warga Tionghoa bersama pengurus klenteng berkumpul untuk melaksanakan ritual tahunan pembersihan patung dewa (Kimsin) dan pengayakan abu altar.
Ritual dimulai dengan menurunkan satu per satu patung dewa dari altarnya. Sebanyak kurang lebih 10 patung dewa, di antaranya patung Mak Co, Kwang Co, Dewi Kwan Im, Buddha, hingga Kong Hu Cu, dibersihkan dengan penuh ketelitian.
Uniknya, pembersihan ini tidak menggunakan sabun biasa, melainkan campuran air dengan kembang setaman yang didominasi mawar merah dan melati.
“Tujuannya karena yang kami bersihkan adalah patung dewa, maka membersihkannya kami pakai air bunga mawar dan melati supaya benar-benar bersih dan suci,” ujar Meliyana Sulistyawati, Ketua Pengurus Harian Klenteng Tjoe Tik Kiong.
Setelah disiram air bunga, para pengurus yang dibantu umat Tridharma (Khonghucu, Tao, dan Buddha) menggosok patung-patung tersebut dengan lembut hingga kembali mengkilap.
Tak hanya memandikan patung, para umat juga melakukan ritual ayak abu. Abu yang berada di dalam hio lo (tempat tancapan dupa) dikosongkan untuk diayak hingga halus. Sisa-sisa batang dupa dibersihkan, dan abu yang telah bersih dimasukkan kembali ke dalam wadah. Ritual ini melambangkan pembersihan diri dari kesalahan masa lalu dan kesiapan menyambut lembaran baru.
Tahun 2026 ini menandai masuknya tahun Kuda Api. Menurut Meliyana, simbol kuda membawa pesan mendalam bagi semangat kebangsaan dan kesuksesan pribadi.
”Harapannya semoga negara Indonesia aman, dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan, dan semoga kita semua bersatu untuk memajukan negara ini,” pungkas Meliyana. (emn/nit).



















