Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 15 Feb 2026

Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem


Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem Perbesar

Minggu, 15 Februari 2026 – 09.22 | 789 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Jember, pada 10–20 Februari 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor guna menyatukan langkah penanganan. Seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa diminta siaga, termasuk dukungan TNI, Polri, dan relawan kebencanaan.

“Kita harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem ini. Koordinasi sampai tingkat desa penting agar kondisi lapangan bisa dipantau secara cepat dan responsif,” ujar Fawait.

Ia menegaskan, status siaga bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan memastikan setiap potensi bencana dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.

Penetapan status tanggap darurat berlaku mulai 12 hingga 26 Februari. Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo menjelaskan, kebijakan tersebut memberi landasan hukum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan bencana, mulai dari mobilisasi personel, distribusi logistik, hingga perbaikan infrastruktur darurat.

“Dengan status tanggap darurat, semua sumber daya bisa digerakkan lebih cepat. Fokus kami tidak hanya penanganan saat bencana, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dan pemulihan awal,” katanya.

Selain itu, pemerintah dapat membuka posko darurat, dapur umum, layanan kesehatan, hingga menyalurkan bantuan secara lebih fleksibel tanpa terhambat prosedur birokrasi yang panjang.

Pj Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Luqman menambahkan, data BMKG menunjukkan curah hujan di wilayah Jember saat ini tergolong sangat ekstrem, bahkan disebut sebagai yang tertinggi dalam dua dekade terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi secara signifikan.

Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Warga diimbau rutin memantau informasi resmi cuaca, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana.

Status tanggap darurat pada dasarnya bertujuan melindungi masyarakat dengan memastikan pemerintah hadir lebih cepat dan terkoordinasi saat situasi krisis. Melalui langkah preventif ini, Pemkab Jember berharap dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya

Santunan Anak Yatim di Kalisat Jadi Momentum Edukasi Bahaya Narkoba

10 Maret 2026 - 10:10

Breaking News! Remaja 13 Tahun Dikabarkan Tenggelam di Bekas Galian Tambang Winongan Pasuruan 

9 Maret 2026 - 21:30

Hari ini BOS Madrasah Mulai Cair, Dapat Digunakan Untuk Membayar Honor Guru Non ASN Madrasah Swasta

9 Maret 2026 - 20:36

Tetap #Cari_Aman Saat Puasa dan Hujan, Ini Tips Aman Berkendara bagi Perempuan di Malang Raya

9 Maret 2026 - 16:18

Semarak Ramadan, Honda Hadirkan Ramadan Exhibition PCX160 di Madiun

9 Maret 2026 - 16:13

Layanan Kesehatan Nonstop, Mas Rusdi Launching UGD 24 Jam di 33 Puskesmas

9 Maret 2026 - 15:06

Trending di Berita Pasuruan