Jumat, 20 Februari 2026 – 20.22 | 1020 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember menggelar acara refleksi bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat” di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (20/2/2026), menandai satu tahun kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait. Dalam kesempatan tersebut, Fawait memaparkan sejumlah capaian pembangunan sekaligus arah program prioritas ke depan.
Acara dihadiri jajaran Forkopimda, ASN Pemkab Jember, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam sambutannya, Fawait menegaskan tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar, terutama sektor kesehatan.
“Saya hanyalah seorang anak desa, anak santri yang oleh panjenengan dipercayai menjadi Bupati Jember. Di awal, kebijakan kami memastikan pelayanan dasar terpenuhi, diawali dengan kesehatan,” ujarnya.
Ia menyebut seluruh warga Jember kini dapat mengakses layanan berobat gratis di rumah sakit melalui program jaminan kesehatan daerah. Selain itu, pemerintah daerah juga memperbaiki infrastruktur pendidikan dan memperluas layanan administrasi kependudukan.
Menurut Fawait, Jember saat ini menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang memungkinkan pencetakan KTP dilakukan di kantor kecamatan tanpa harus datang ke kantor Dispendukcapil.
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan juga mulai dilakukan, meski sebagian ruas merupakan kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur dan pemerintah pusat untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi dan nasional yang melintasi wilayah Jember.
“Walaupun itu jalan provinsi atau nasional, karena ada di Jember, yang disalahkan tetap Bupatinya. Tidak apa-apa, kita senyum saja,” katanya.
Fawait menilai satu tahun pertama menjadi fondasi untuk pembuktian kinerja pada empat tahun berikutnya. Ia juga meminta dukungan dan doa dari para tokoh agama serta masyarakat agar pembangunan daerah berjalan lancar.
Dalam pidatonya, Fawait turut menanggapi kritik yang diarahkan kepadanya selama menjabat. Ia menyebut kritik sebagai bentuk perhatian masyarakat yang harus disikapi dengan kesabaran.
“Kami manusia biasa, tapi InsyaAllah akan terus berusaha membawa Jember maju,” ujarnya.
Dengan tegas Fawait menargetkan Kabupaten Jember menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Pulau Jawa melalui penguatan sektor perdagangan, layanan publik, dan investasi.
Acara refleksi ditutup dengan pemutaran video kilas balik program pembangunan sepanjang 2025 serta pemaparan program prioritas 2026, di antaranya layanan Home Care, pengembangan Food Street, dan revitalisasi pasar tradisional. (dan/ian).



















