PWI Pasuruan Turun Jalan Beri Dukungan Moral untuk Jurnalis Tempo Nurhadi

Reporter : Emen

Editor : Agus Hariyanto

Pasuruan, Kabarpas.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Pasuruan, turun ke jalan untuk memberikan dukungan kepada wartawan Tempo, Nurhadi yang diduga menjadi korban penganiaan pada saat ia melakukan liputan kasus suap pajak di Surabaya.

Dalam aksinya, para juru tinta yang biasa meliput berita di wilayah Pasuruan Raya ini, membawa poster bertuliskan kecaman atas dugaan kasus penganiaayaan yang dilakukan oleh oknum keamaman kepada Nurhadi.

Selain itu, mereka juga melakukan orasi di dalam halaman Mapolres Pasuruan Kota. Mereka secara bergantian berorasi untuk mengungkapkan apa yang menjadi suara hati mereka.

Ketua PWI Pasuruan, Djoko Hariyanto mengatakan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas para jurnalis Pasuruan terhadap Nurhadi, wartawan Tempo.

“Kami dari insan pers, berpedoman pada UU Pers. Ketika Nurhadi meliput, dia sedang melakukan tugas jurnalistiknya. Ingin mengkonfirmasi tersangka korupsi. Ini bagian dari tugas jurnalistik, agar informasi valid. Tapi justru mendapat perlakuan kasar, bahkan mengarah ke pidana. Jelas pelakunya harus diproses hukum, ” katanya.

Menurutnya, aksi yang dilakukan adalah solidaritas. Sebab, Nurhadi yang mendapat perlakuan kekerasan dari oknum, sejatinya tengah melakukan tugas redaksinya.

“PWI Pasuruan memandang kejadian yang menimpa Nurhadi, menyadarkan kita bahwa ikhtiar untuk menjalankan dan menegakkan kebebasan pers masih menghadapi banyak tantangan dan hambatan,” katanya.

Sementara itu usai berorasi, jajaran PWI kemudian menyerahkan surat pernyataan sikap terhadap Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman, melalui perwakilannya. Selanjutnya, aksi lalu bergeser ke markas Kodim 0819 di Jalan Veteran.

Untuk sekadar diketahui ada enam poin pernyataan sikap yang disampaikan, di antaranya, PWI Pasuruan menyesalkan dan mengutuk kejadian kekerasan yang dialami wartawan Tempo, Nurhadi di Surabaya. (emn/gus).