Probolinggo (Kabarpas.com) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Prof DR. H. Hamka Haq kembali menjadi narasumber dalam seminar MPR RI bertemakan “Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila’ yang diadakan bersama Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo.
Dalam acara tersebut, melibatkan berbagai elemen masyarakat yang berjumlah sekitar 150 peserta. Mereka hadir di aula kantor PD Muhammadiyah Kota Probolinggo. Acara ini dimoderatore oleh Achmad Philip.
“Kegiatan seminar MPR RI ini sangat penting dilakukan untuk memupuk semangat nasionalisme dan meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa, jadi ini juga penting untuk para pengurus Muhammadiyah” katanya saat menjadi narasumber dalam acara tersebut, Senin (30/11/2015).
Ketua DPP PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Prof Hamka ini mengatakan, bahwa segenap elemen bangsa Indonesia tidak boleh melupakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara.
“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Bangsa Indonesia harus tetap kokoh dan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.
Selain itu juga sebagai pembanding nara sumber DR. Nur Hasan, yang sekaligus Ketua PD Muhammadiyah Kota Probolinggo. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa diselenggarakannya seminar MPR RI diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu menurutnya, kebhinekaan dan perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memang multikutural dan multietnis.
Oleh sebab itu konsep Bhineka Tungga Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jadi jangan sampai karena ada perbedaan malah terjadi konflik horizontal. Setiap warga negara harus arif menyikapi perbedaan, sebagai sebuah keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya. (har/abu).



















