Pasuruan, Kabarpas.com – Program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan sukses membekali para mahasiswanya untuk menjadi jurnalis profesional. Itu setelah para mahasiswa mereka yang aktif dalam pers kampus “Portal Arjuna” menggelar Pelatihan (Diklat) Jurnalistik selama dua hari dengan mengusung konsep edukatif dan praktik langsung.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pancasila ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa, terutama dari Program Studi Ilmu Komunikasi, dengan kompetensi dasar mulai dari teknik penulisan hingga fotografi jurnalistik.
Rangkaian acara dimulai pada hari pertama dengan suasana yang santai dan interaktif. Panitia menghadirkan bazar serta panggung hiburan musik yang melibatkan mahasiswa dari berbagai semester.
Kemeriahan semakin terasa saat Olan, mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 1, berduet dengan Melly, mahasiswa semester 5. Penampilan mereka berhasil menarik antusiasme peserta dan pengunjung, sekaligus menjadi ruang interaksi sebelum memasuki sesi materi inti di hari berikutnya.
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada penguatan kapasitas intelektual dan teknis peserta. Terdapat dua sesi materi utama yang dihadirkan, yakni tentang kejurnalistikan dan fotografer.
Dua orang narasumber dihadirkan dalam Diklat ini, mereka adalah Gus Shohibul Hujjah (CEO Kabarpas.com) dan Yantonius (Fotografer senior Pasuruan).
Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Shohib tersebut menekankan pada prinsip dasar jurnalistik, struktur penulisan yang sistematis, serta krusialnya menjaga akurasi dan objektivitas informasi.
“Jurnalis itu menulis secara objektif sesuai fakta, jadi jangan mengada-ngada apalagi sampai memasukkan opini pribadi di dalam berita demi sekedar sensasi biar beritanya kelihatan wah,” terang pria yang saat ini menjadi Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Kota Pasuruan itu.
Sementara itu, untuk Fotografi Jurnalistik disampaikan oleh Yantonius. Dalam sesinya, ia menjelaskan bahwa foto bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen yang memiliki nilai informasi setara dengan teks. Ia juga membagikan teknik pengambilan gambar dan pemilihan sudut pandang (angle) yang kuat.
Tidak hanya teori, para peserta juga langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan praktik peliputan, pengambilan foto, dan penulisan berita. Hasil karya peserta kemudian dikurasi dan dievaluasi secara langsung guna memberikan pemahaman utuh mengenai alur kerja redaksi.
Acara ditutup dengan penampilan spesial dari guest star Lidiyah Berendah yang berkolaborasi dengan Olan. Hiburan ini menjadi penyegar bagi peserta setelah menjalani rangkaian pelatihan yang padat.
“Kami berharap diklat ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Serta mampu menerapkannya secara profesional di lapangan,” ungkap Iqbal, salah satu panitia dalam acara ini. (ham/***).



















