Petugas PVMBG Bandung Ambil Sample Abu Vulkanik yang Melekat di Mobil

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pusat Vulkanologi Metigasi dan Bencana Geologi atau PVMBG Bandung. Senin (14/12/2015) siang tadi mengambil sample abu vulkanik Gunung Bromo, yang melekat di mobil petugas di halaman PGA Cemoro Lawang. Pengambilan sampel abu ini merupakan kali ketiga. Nantinya, sample yang diambil tersebut akan dibandingkan dengan material erupsi tahun sebelumnya.

“Dalam Gunung Api, setelah terjadi erupsi pasti ada material sisa yang tertinggal di bibir kawah. Nah, inilah yang akan kami teliti,” kata Kepala sub bidang evaluasi bencana geologi PVMBG Bandung, Agus Budianto kepada Kabarpas.com, saat ditemui di lokasi

Dijelaskannya, sample abu vulkanik tersebut saat ini dibandingkan dengan material erupsi, yang terjadi di tahun 2004 dan 2010-2011. Nantinya, kemiripan sample dengan material erupsi dua periode sebelumnya dapat menentukan tahapan erupsi yang sedang terjadi saat ini. Sebab jika mirip dengan material sebelumnya, maka dipastikan masih tahap awal erupsi.

“Karena material yang dikeluarkan merupakan sisa erupsi lama, di dekat bibir kawah. Jika sudah habis, otomatis materialnya baru atau disebut juga hasil proses magma saat ini,” terang Agus

Ia menambahkan, bahwa data perbandingan sample tersebut, bisa menjadi acuan dalam menganalisa tahapan erupsi yang sedang terjadi. “Khusus untuk Gunung Bromo, erupsinya bertahap, tidak eksplosif seperti Gunung Kelud,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, bahwa  analisa dapat juga dilakukan dengan menggabungkan pantauan seismik secara realtime dan analisa non realtime berdasarkan analisa kecocokan sample material dengan erupsi sebelumnya.

“Karenanya, guna penelitian lebih lanjut, kami akan kirim sample abu vulkanik yang telah kami ambil beberapa kali ini ke laboratorium PVMBG Bandung,” tandas Agus

Selain menggunakan metode sample abu vulkanik, tim PVMBG juga akan menggunakan pengamatan bentuk fisik gunung atau pengukuran deformsasi dengan EDM. “Untuk metode ini belum bisa dilakukan, karena Gunung Bromo saat ini masih tertutup kabut,” pungkasnya. (sam/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *