Probolinggo (Kabarpas.com) – Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo akan menghibahkan sejumlah sarana perpustakaan yang dimilikinya. Diantaranya yaitu meliputi buku, rak, meja dan karpet.
Kepala Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo, Santoso mengatakan, hibah sejumlah sarana perpustakaan tersebut nantinya akan diberikan kepada perpustakaan desa, perpustakaan pasar, dan organisasi kepemudaan.
“Kami telah mengalokasikan anggaran Rp 20 juta untuk hibah sarana perpustakaan. Dan yang nantinya akan menerima hibah sarana perpustakaan ini, yaitu perpustakaan Desa Bago Kecamatan Besuk, Desa Suko Kecamatan Maron, Desa Triwungan Kecamatan Kotaanyar, Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton dan perpustakaan Desa Krucil Kecamatan Krucil,” terangnya kepada Kabarpas.com. Selasa, (02/02/2016).
Ia menambahkan untuk perpustakaan pasar, nantinya akan diberikan ke Perpustakaan Pasar Dringu dan Pasar Maron. Sementara untuk organisasi kepemudaan diberikan kepada perpustakaan yang dikelola oleh Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan.
“Untuk mendapatkan hibah sarana perpustakaan ini syaratnya harus disiapkan tempatnya. Tentunya lokasinya harus strategis sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Humas Pemkab Probolinggo tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebanyak 10 perpustakaan desa juga akan memperoleh hibah sarana perpustakaan dari APBD Provinsi Jawa Timur. Diantaranya, perpustakaan Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk, Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Desa Sumber Poh Kecamatan Maron, Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar dan perpustakaan Desa Gading Wetan Kecamatan Gading.
Selanjutnya, Desa Blado Wetan Kecamatan Banyuanyar, Desa Kertonegoro Kecamatan Pakuniran, Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Desa Sumberan Kecamatan Besuk dan Desa Bago Kecamatan Besuk.
“Tujuan pemberian hibah tersebut ialah untuk memberikan stimulan kepada lembaga, sebagai awal pembentukan perpustakaan. Sehingga ke depan bisa mengembangkan lagi dengan baik. Dan setidaknya nanti mampu terbentuk perpustakaan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (dzi/gus).



















