Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 23 Jul 2024

Peringati HAN, RSUD Waluyo Jati Berikan Penyuluhan dan Pola Asuh Anak


Peringati HAN, RSUD Waluyo Jati Berikan Penyuluhan dan Pola Asuh Anak Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2024, RSUD Waluyo Jati melalui Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) memberikan penyuluhan kesehatan dan pola asuh anak di ruang Mawar Putih RSUD Waluyo Jati, Selasa (23/7/2024).

Penyuluhan kesehatan dan pola asuh anak ini diberikan kepada para keluarga pasien yang ada di ruang Mawar Putih. Mereka mendapatkan materi tentang deteksi dini dan tata laksana weight faltering untuk mencegah stunting pada anak oleh dr. Ni Made Maya Purnama Wulandari, Sp.A.

Kegiatan ini diawali dengan demo cuci tangan oleh Tim PKRS RSUD Waluyo Jati. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi yang disambut dengan sangat antusias oleh keluarga pasien.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr Yessi Rahmawati mengatakan penyuluhan dan pola asuh anak ini diberikan pada momentum HAN dengan tujuan rumah sakit ingin menciptakan anak yang perkembangannya harus sehat.

“Tentunya dimulai dari orang tua dulu. Orang tua harus lebih paham dalam mendidik dan membina putra putrinya sehingga harapannya anak itu bisa terlindungi oleh orang tuanya dan mendapatkan didikan yang benar. Dengan demikian anak terlindungi, kita tahu Indonesia pasti akan maju, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Yessi menerangkan orang tua harus memberikan kesempatan kepada anak untuk bisa cerdas. Apalagi di masa sekarang ini yang dikenal dengan istilah Generation (Gen) Z. Orang tua harus bisa bijak dalam memberikan HP atau smartphone kepada anak yang perlu untuk diawasi.

“Jadi komunikasi yang paling penting antara orang tua dan anak serta keluarga harus lebih ditingkatkan lagi. Boleh mereka membuka internet atau dunia luar, tetapi isinya apa itu yang harus dipantau oleh orang tua. Anak berteman dengan siapa itu yang harus dikendalikan oleh orang tua sehingga jadilah orang tua itu sahabat anak. Paling tidak anak tidak akan segan untuk bercerita,” jelasnya.

Menurut Yessi, perlu ditekankan bahwa tidak ada orang lain yang paling dekat dan yang paling bisa menjadi tempat curhat anak selain orang tua dan keluarga terdekatnya. Oleh karena itu perlu dibina keluarga sehat dengan harapan pendidikan keluarga itu mulai dari dalam dan dari rumah sendiri.

“Kalau anak cerdas, otomatis nanti di lingkungannya dia juga akan menjadi anak yang bisa membina teman-temannya juga di lingkungannya. Dengan demikian, suara anak yang kompak ini akan bisa bersama-sama untuk membangun bersama kehidupan bangsa,” terangnya.

Lebih lanjut Yessi menerangkan jangan lupa bahwa sekarang ini dengan pengaruh internet yang masih luar biasa tadi pengaruh untuk seks bebas dan semuanya itu harus betul-betul dikendalikan. Karena sekarang ini adalah masa yang rawan dan harus diperangi bersama sehingga peran orang tua memang sangat diutamakan dan di sini peran guru jangan dilupakan.

“Guru tidak bisa hanya mengandalkan orang tua yang mungkin orang tuanya sibuk, tetapi dengan perbanyak komunikasi antara guru dengan orang tua dan bagaimana terkait dengan pola makan anak supaya tidak tumbuh stunting yang berkelanjutan. Hal itu perlu disimulasikan apa-apa yang harus dilakukan oleh orang tua. Tidak sekedar bahwa anak tanggung jawab orang tua, tetapi guru juga mempunyai peran yang sangat besar untuk bersama-sama membangun generasi emas Indonesia ini,” tambahnya.

Yessi menjelaskan untuk di RSUD Waluyo Jati sendiri pihaknya memperbanyak untuk membuat fliyer-fliyer serta menyiapkan video-video penyuluhan yang mungkin nanti diputar di tempat-tempat ruang tunggu keluarga pasien.

“Kita utamakan keluarga pasien, sehingga keluarga pasien maupun pasien yang dirawat di RSUD Waluyo Jati pulang akan mendapatkan nilai plus. Yaitu plus ilmu edukasi bagaimana cara merawat anak yang baik, bagaimana cara hidup sehat yang baik, dan bagaimana minimal cara cuci tangan yang benar,” ujarnya.

Tidak lupa Yessi mengaku akan memperbanyak dan membuat langkah ke depan anak-anak yang datang ke Poli Anak di RSUD Waluyo Jati rencananya di bagian depan akan disediakan permainan anak. Paling tidak anak yang sedang sakit itu bisa terhibur agar mereka bisa lebih cepat sembuh dan untuk menciptakan RSUD Waluyo Jati saying anak.

“Untuk Bapak dan Ibu selaku orang tua anak, sejalan dengan tema Hari Anak Nasional, kita membuat Anak Terlindungi Indonesia Maju. Artinya orang tua harus betul-betul melindungi putra-putrinya sejak dari dalam rumahnya sendiri dan sejak dari keluarganya sendiri. Mereka dikawal sampai seberapa jauh sehingga pendidikan dan perilaku anak serta pendidikan agama anak itu merupakan kunci untuk melahirkan dan untuk mewujudkan generasi anak yang sehat dan menjadi generasi emas bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (len/ari).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Meriah! Honda Premium Matic Day Semarakkan Madiun Selama Dua Hari

27 April 2026 - 10:30

Meriah! Pengundian UKH di Madiun Digelar di Lapangan Gulun, Konsumen Beruntung Raih Hadiah Utama

27 April 2026 - 09:25

Peringati Harlah ke-92, GP Ansor Gelar Napak Tilas Sepeda 123 KM dari Bangkalan ke Jombang

26 April 2026 - 22:33

Harlah ke-76, Fatayat NU Kencong Lantik 66 Pengurus dan Tegaskan Peran Strategis Perempuan

26 April 2026 - 19:39

Verval Kemiskinan Jember Rampung, Perangkat Desa Tekankan Sinkronisasi Data

26 April 2026 - 19:35

Meriah! “Laki Code” Blitar Suguhkan Modif Contest dan Beragam Aktivitas Seru

26 April 2026 - 13:49

Trending di Kabar Otomotif