Perda Prostitusi di Kabupaten Probolinggo Dinilai “Tak Bergigi”

Probolinggo (Kabarpas.com) – Seorang pengamat politik dan kebijakan publik Probolinggo, Mushafi Miftah menyebut bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang pemberantasan prostitusi di Kabupaten Probolinggo dinilai “tak bergigi”. Itu terbukti, dengan keberadaan lokalisasi di kawasan Embong Miring, Kecamatan Tegalsiwalan yang sampai saat ini terlihat masih beroperasi.

“Seharusnya kondisi ini tidak dibiarkan begitu saja,” ujar Mushafi Miftah kepada sejumlah wartawan, Jum’at (27/11/2015).

Menurut Mushafi, adanya Perda Nomor 05 Tahun 2015 di Kabupaten Probolinggo tentang pemberantasan prostitusi itu seharusnya ditegakkan dengan sungguh-sungguh. Sehingga prostitusi yang ada di Probolinggo benar-benar “tutup”. “Sebab kalau Perda itu tidak ditegakkan, ya tetap saja mereka akan buka praktek bisnis haram tersebut,” imbuhnya.

Melihat keberadaan tempat lokalisasi di wilayah Kabupaten Probolinggo yang masih terlihat buka praktek, Mushafi Miftah meminta agar Pemkab setempat bersikap tegas. Pasalnya, ia khawatir keberadaan prostitusi itu justru semakin menjamur dan merusak moral generasi muda.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Kabupaten Probolinggo, Abduh Ramin saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, keberadaan prostitusi itu memang menjadi perhatian pemerintah setempat. Bahkan, ia sendiri sudah melakukan tindakan tegas dengan melakukan razia berkali-kali.

“Kami sudah seringkali melakukan razia. Namun, jika masih ada lokalisasi yang masih buka di Kabupaten Probolinggo, kami minta agar masyarakat segera melapor. Sehingga dengan adanya laporan tersebut, kami akan segera menindaklanjutinya,” pungkasnya. (odi/abu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *