Pemuda Kota Malang Bersatu Perangi Paham Radikalisme dan Terorisme

Reporter : Revina
Editor : Memey Mega

Malang, Kabarpas.com – Sejak tahun 2000, terorisme di Indonesia menjadi perhatian yang serius. Beberapa tragedi bom yang menewaskan banyak orang tidak hanya membuat geram tapi juga duka bagi rakyat Indonesia.

Sempat vakum beberapa tahun, beberapa hari lalu, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan serangan teroris. Mulai dari insiden Mako Brimob hingga bom bunuh diri di Surabaya.

Melihat kondisi tersebut, menggerakan masyakat khususnya unsur pemuda untuk bersatu memerangi terorisme. Seperti yang dilakukan salah satu aktivis pemuda Kota Malang, Fahrur Roozi Riyanto, dengan mengawal GP Ansor dan Banser untuk merangkul pemuda di Kota Malang agar bersama menghindari paham radikalisme dan memerangi segala aksi yang meresahkan.

“Seperti yang kita ketahui, terorisme di Indonesia sangat meresahkan. Walaupun kejadiannya bukan di Malang, tapi itu menjadi duka bagi kita semua. Untuk itu, saya bersama seluruh tokoh pemuda Kota Malang siap mengawal GP Ansor dan Banser untuk merangkul segala elemen dan lapisan masyarakat Kota Malang dalam memberantas paham radikalisme dan terorisme,” terang pemuda yang juga menjadi Ketua SAPMA PP Kota Malang saat ditemui di gedung KNPI Kota Malang, Selasa (22/5).

Menurut pria yang akrab disapa Ojik tersebut pemuda memiliki peran penting. Melihat kondisi negara saat ini, pemuda tidak boleh diam. Pemuda yang merupakan agen perubahan harus bertindak dalam pencegahan.

“Sebagai pemuda sepantasnya kita perlu untuk menangkal adanya kekerasan agama atau terorisme dengan berbagai ikhtiar. Seperti memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat khususnya tentang solidaritas dan saling menghargai. Tanamkan keyakinan kepada warga bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Semua agama mengajarkan kedamaian,” imbuhnya.

Selain pemahaman tersebut, lanjut Ojik, tolerasi beragama juga harus diterapkan. Dengan adanya toleransi ini pastinya akan tercipta kehidupan yang damai dan harmonis tanpa adanya rasa permusuhan dan prasangka buruk, “Islam sendiri sudah toleran sejak lahir. Islam berarti kepasrahan, kedamaian, dan keselamatan,” ujar pemuda yang juga maju sebagai calon legislatif DPRD Kota Malang 2019-2024 dapil Klojen tersebut.

Dan yang ketiga adalah mengajak berdialog antar agama yang mengedepankan persamaan bukan perbedaan. Sehingga akan terwujud kebersamaan.

Dia berharap dengan mengawal GP Ansor dan Banser, mampu menggandeng seluruh lapisan pemuda dalam memerangi radikalisme, “Tentunya saya tidak hanya mengawal GP Ansor dan Banser saja. Saya akan merangkul semua Ormas dan OKP di Kota Malang untuk bersama mewujudkan Indonesia waspada terhadap teroris,” tutup Ojik.(Rev/Mey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *