Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menggelar festival Pesona Batik Pasuruan dengan tema “Lomba Batik Muslim Pasuruan”. Acara yang dilaksanakan di Halaman Gedung Gradika Bhakti Praja Kota Pasuruan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional
Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan acara Pesona Batik Pasuruan merupakan bagian dari uji coba Kota Pasuruan untuk memulai kegiatan-kegiatan yang beradaptasi dengan kebiasaan baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang cukup ketat.
“Setiap tamu yang datang itu harus sudah di vaksin dan bebas dari covid-19 dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyampaikan Covid 19 di Kota Pasuruan terus menurun karena penularannya rendah bahkan Kota Pasuruan disebut dengan kota kasus aktif terendah di Propinsi Jawa Timur. Saat ini Kota Pasuruan untuk vaksin umum mencapai 82 persen sedangkan untuk vaksin lansia masih mencapai 59 persen dari target Pemerintah Pusat 60 persen. Sehingga Kota Pasuruan kurang 1 persen lagi untuk mencapai yang ditargetkan pemerintah pusat menuju ke level satu kemudian ke zona hijau.
“Saya berterima kasih kepada panitia saya apresiasi, kegiatan ini saya lihat tidak ada yang tidak menggunakan masker semua tertib dan mudah-mudahan lancar sampai akhir,” ungkap Gus Ipul.
Dijelaskan, acara festival Pesona Batik Pasuruan dilaksanakan sebagai promosi batik Kota Pasuruan.
“Saya bersyukur teman-teman ASN Pemerintah Kota Pasuruan umumnya setiap hari kamis menggunakan batik Kota Pasuruan, saya ingin kedepannya batik produk-produk Kota Pasuruan bisa mewarnai kegiatan kita sehari-hari,” terang Gus Ipul.
Lebih lanjut Gus Ipul menyampaikan, acara Pesona Batik Pasuruan ini juga sekaligus dalam rangka memajukan ekonomi Kota Pasuruan karena akan menggerakkan pengrajin batik untuk memproduksi batik-batik yang hebat.
“Saya dan Mas Adi memohon dukungan untuk membawa Kota Pasuruan tiga tahun kedepan menjadi Kota Madinah Maju Ekonominya, Indah Kotanya dan Harmoni Warganya,” pungkasnya. (ida/yon).

















