Probolinggo, kabarpas.com – Pembentukan posko gotong royong di setiap Kecamatan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, dilaunching tepat tanggal 17 Agustus. Posko kepedulian di tengah pandemi itu, seolah menjadi kado HUT Kemerdekaan RI bagi masyarakat sekitar.
Ada 5 posko gotong royong didirikan di 5 kecamatan, yakni Mayangan, Kanigaran, Kademangan, Kedopok dan Wonoasih. Dilaunching posko di Kecamatan Kedopok menjadi simbolis pada pagi itu.
Di setiap posko, terdapat sejumlah kebutuhan kesehatan seperti makser, hand sanitizer, sejumlah obat-obatan dan vitamin. Termasuk, sejumlah sembako untuk masyarakat.
Didukung dengan kompaknya para kader, launching dilakukan dengan protokol kesehatan. Para kader begitu antusias dalam menunjukkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo Haris Nasution mengatakan, pembentukan posko merupakan instruksi DPP PDI Perjuangan. Langkah nyata itulah, yang dilakukan sebagai bentuk hadirnya PDI Perjuangan bagi masyarakat khusunya wong cilik.
“Selain menyediakan sejumlah layanan kesehatan kami juga memberikan sejumlah sembako pada masyarakat. Sebab, seperti kita ketahui masyarakat begitu terpukul ekonominya karena pandemi terlebih lagi saat ini PPKM darurat masih berlangsung,” jelas Nasution yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo ini.
Paket sembako itu, dilakukan secara simbolis yang diterima oleh para masyarakat. Namun, sembako juga dilakukan melalui door to door oleh para kader, baik PAC maupun para Srikandi yang tergabung dalam Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK).
Salah satu warga penerima paket sembako Nurhayati mengatakan, ia sangat berterima kasih atas bantuan paket sembako. Sebab kondisi pandemi dinilai begitu ia rasakan dampaknya.
“Kebutuhan makin banyak, harja juga makin mahal. Alhamdulillah ini dapat paket sembako dari PDI Perjuangan, semoga manfaat dan terus dilakukan bentuk kepeduliannya kepada masyarakat,” ucap warga Kelurahan Kebonsari Kulon ini. (puj/tin).



















