Probolinggo, kabarpas.com – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono menghadiri kegiatan Konsolidasi Koperasi Merah Putih di Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo.
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bekerjasama dengan Mujadalah Kiai Kampung (MKK) serta Kementerian Koperasi (Kemenkop) ini bertujuan untuk memperkuat peran koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan di tingkat desa, khususnya masyarakat Tengger Bromo Probolinggo.
Dalam dialog interaktif bersama perwakilan masyarakat 6 desa di lereng gunung Bromo Probolinggo bersama Menkop RI, dibahas manfaat penting peran koperasi Merah Putih untuk menaikan ekonomi masyarakat.
Dr. Ferry Juliantono menyampaikan, pentingnya konsolidasi dan sinergi antar koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Kita dorong agar koperasi desa mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Lebih lanjut, gagasan ini juga menjadi momentum penguatan jejaring antar koperasi berbasis desa, sebagai upaya bersama membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
“Mohon doa dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian agar rencana besar Bapak Presiden untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, menyelesaikan program yang belum tuntas, dan menjadikan populasi desa sebagai tulang punggung perekonomian nasional bisa terwujud,” lanjutnya.
Kastaman Kepala Desa Ngadas Bromo mengatakan, bahwa program konsolidasi Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari Parent Project Koperasi Indonesia yang akan menjadikan enam desa sebagai percontohan nasional.
“Namun realita di lapangan, ada sejumlah kekurangan yang masih dialami warga tengger , diantaranya sulitnya memperoleh pupuk subsidi dan krisis air bersih,” ujar Kastaman.
Kastaman menambahkan, kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Tengger Kabupaten Probolinggo dialaminya sudah bertahun tahun.
Beruntung,vPeran dan kepedulian Mujadalah Kyai Kampung (MKK) terhadap masyarakat tengger cukup berperan diantaranya adalah perbaikan jalan di dusun cemoro kandang, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, dan dalam waktu dekat program penyaluran air bersih akan segera terealisasi denga cara penyaluran air bersih dari sumber Ranu Kumbolo , Lumajang .
Pendiri MKK Najib Atamimi, menyebut bekerja sama dengan pemkab Lumajang dan Kabupaten Probolinggo pipanisasi air bersih ini sudah digagas dan semoga dalam akan terealisasi dalam waktu dekat.
“Mohon doanya semoga pipanisasi ini berjalan lancar dan krisis air bersih masyarakat lereng Gunung Bromo di 6 desa segera berakhir,” tutupnya. (wil/ian).



















