Abu Avzalea, Pasuruan
Kabarpas.com – MANDI KEMBANG yang identik dengan hal sakral dan berbau mistis, ternyata juga dilakukan oleh para “Polisi Muda”, yang baru saja diterima menjadi bagian dari keluarga besar Polres Pasuruan.
Ya, seperti itulah yang terjadi di halaman Mapolres Pasuruan pada Sabtu (19/03/2016) pagi tadi. Sebanyak 21 anggota “Polisi Muda” atau bintara remaja Polres Pasuruan menjalani prosesi mandi kembang dengan tujuh rupa yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Soelistijono.
Namun, sebelumnya ada 15 baja polka dan 5 baja polwan yang terlebih dulu harus menyelesaikan serangkaian kegiatan latihan fisik seperti Push Up, jongkok, teletang, merayap dada, merayap punggung, guling-guling, langkah bebek dan lari keliling Mapolres Pasuruan.
“Tradisi mandi kembang ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk bisa mengenalkan kepada seluruh bintara, tentang lingkungan baru di Mapolres Pasuruan,” kata Kapolres Pasuruan, AKBP Soelistijono kepada Kabarpas.com.
Dijelaskannya, adanya sejumlah bintara yang disiram air kembang dengan menggunakan kendi satu persatu tersebut, merupakan salah satu pembinaan dan orientasi yang dilaksanakan pihaknya secara rutin.
“Harapannya agar para polisi muda ini lebih mengenal lingkungan mereka. Juga bisa menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang polisi yang disiplin, mengabdikan diri untuk negara dan masyarakat, serta menjadi tauladan yang baik,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Ia menambahkan, nama besar kepolisian harus tetap dijaga sampai kapanpun. Dan setiap anggota polisi harus tahu siapa jati diri dia yang sebenarnya. “NKRI adalah harga mati, dan polisi harus bisa menjadi pelayan masyarakat yang siap 24 jam,” imbuhnya. (***).




















