Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 27 Okt 2021

Lebih Dekat dengan Pembudidaya Lobster Pulau Gili Ketapang yang Dikenal Surganya Budidaya Lobster


Lebih Dekat dengan Pembudidaya Lobster Pulau Gili Ketapang yang Dikenal Surganya Budidaya Lobster Perbesar

Oleh : Pujo Wahono, Wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.

KABARPAS.COM – PULAU Gili Ketapang dikenal oleh masyarakat pantura sebagai kawasan penghasil lobster kualitas pilihan. Perairan yang jernih dan tenang membuat hasil budidaya lobster asal Gili Ketapang banyak dipesan.

Pulau Gili Ketapang merupakan pulau kecil yang berada di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dengan memiliki luas sekitar 68 hektar dan berpenduduk 12 ribu jiwa. Mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan dan salah satunya adalah budidaya ikan dan lobster.

Salah satu pembudidaya lobster pulau Gili Ketapang, Rohadi Hasyim mengatakan awal mula dirinya terjun menjadi budidaya di pulau ini sejak 5 tahun silam, dan kini anggotanya sudah mencapai sekitar 100 orang.

“Untuk hasil budidayanya sudah dikirim ke berbagai daerah, seperti Malang, Surabaya. Dan mayoritas dikirim ke pulau Dewata Bali,“ ujar Rohadi kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Rabu, (27/10/2021).

Namun, sejak pandemi Covid-19 usaha budidaya warga pulau GIli Ketapang ini sedikit meredup, karena sepi pesanan, dan harga lobsternya pun turun dari harga normal Rp 350 ribu perkilo gram kini hanya berkisar Rp 250 ribu saja. Belum lagi mereka mengaku kesulitan mencari baby lobster pasca sejak diberlakukanya Permen KP no 17 Tahun 2021.

Ketua Koalisi Pembudidaya Lobster Indonesia, Holilur Rohman menyebut kawasan pulau Gili Ketapang terkenal dengan hasil lobsternya.

“Kualitas lobster asal Gili Ketapang terkenal kualitas terbaik, hal tersebut karena kawasan perairanya jernih, dan tingkat pencemaran lautnya rendah,” ujar Holilur.

Holilur juga menyebut, sejak pandemi dan diberlakukanya permen KP para pembudidaya mengalami kendala, di antaranya pemasaran yang lesu, harga lobster siap jual yang murah, dan dampak dari permen KP mereka kesulitan mencari baby lobster.

“Dalam Permen KP ada aturan teritori tentang pembibitan dan budidaya, sedangkan untuk saat ini pembibitan (baby lobster ) berada di kawasan Bali, sedangkan budidaya berada di kawasan pantura. Sehingga dengan adanya terotori ini mereka kesulitan mendapatkan baby lobster,” tambahnya.

Dampaknya lanjut Holili, pembudidaya Gili Ketapang harus berjuang keras mendapatkan baby lobster tersebut.

“Berharap pemerintah harus hadir dalam permasalahan ini, dan segera diberikan solusi agar mereka tidak terus meredup dan berujung gulung tikar,” pungkasnya. (***/Ardiansyah Wirawan).

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Penerapan Pembelajaran Kelas Rangkap dan Terdiferensiasi Dongkrak Literasi dan Numerasi di Sekolah Pegunungan Kabupaten Probolinggo

1 Februari 2026 - 11:01

Antisipasi Gangguan Kamtib, Rutan Kraksaan Rutin Periksa Inventaris Keamanan

30 Januari 2026 - 09:25

Perkenalkan MoU PN Kraksaan, YBH BaVi Kunjungi Rutan Kraksaan

23 Januari 2026 - 08:51

Kolaborasi KKG Multigrade Wonomerto–Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

20 Januari 2026 - 08:27

RSUD Tongas Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2026

20 Januari 2026 - 07:19

UPT PPA DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Resmi Beroperasi, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

19 Januari 2026 - 16:33

Trending di Kabar Probolinggo