Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 15 Des 2021

Kota Probolinggo PPKM Level 1, Masyarakat Diimbau Tetap Disiplin Protokol Kesehatan


Kota Probolinggo PPKM Level 1, Masyarakat Diimbau Tetap Disiplin Protokol Kesehatan Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Jelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Probolinggo masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan bermasyarakat (PPKM) level 1. Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2021 tentang PPKM level 3, level 2 dan level 1 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali. Ketentuan tersebut mulai berlaku mulai 14 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022 mendatang.

Plt Kelapa Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, dr NH Hidayati menjelaskan, saat ini kondisi Kota Probolinggo terus membaik dengan tidak ada kasus baru positif Covid-19. Pasalnya, banyak indikator yang akhirnya membuat Kota Probolinggo masuk ke level 1. Salah satunya kesuksesan vaksinasi covid-19 bagi lansia yang kini mencapai angka 60 persen.

“Indikator bisa memasuki level satu syaratnya yaitu pada cakupan vaksinasi secara umum di atas 70 persen dan vaksinasi untuk lansia sekitar 60 persen,” ujar Hidayati kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.

Hidayati menambahkan, berdasarkan data Dinkes P2KB yang dirilis 13 Desember, vaksinasi umum mencapai 75,6 persen sedangkan lansia 59,4 persen, tidak memungkiri untuk memaksimalkan vaksinasi bagi lansia sebagai kelompok rentan yang diketahui banyak mengidap penyakit bawaan atau komorbid memiliki kesulitan tersendiri. Namun demikian tidak menjadikannya patah arang agar vaksinasi terhadap lansia bisa lebih masif.

“Vaksinasi bagi lansia tetap menjadi prioritas. Lansia adalah kelompok masyarakat rentan sehingga harus dilindungi,” tambahnya.

Meski Kota Probolinggo sudah mencapai PPKM level 1, dr. Ida mengingatkan agar masyarakat tidak terlena. Menurutnya, kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 harus terus dilakukan karena pandemi belum berakhir. Sosialisasi harus terus dilakukan sehingga masyarakat tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, potensi penyebaran virus covid-19 masih mengancam terutama menjelang Natal dan tahun baru.

“Dengan adanya peningkatan level yang tentunya semakin membaik ini, tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan. Walaupun cakupan vaksinasi telah mencapai diatas 70 persen, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Melalui penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi adalah upaya untuk menurunkan penyebaran virus covid-19. Kita tidak boleh lengah terutama ketika beraktivitas di tengah masyarakat, apalagi dalam menghadapi Nataru (Natal dan tahun baru),” jelasnya.

Selain harus terus menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, lanjut dr. Ida, vaksinasi khususnya bagi lansia harus terus dilaksanakan.

“Kita tidak hanya akan berhenti di angka 60 persen, namun akan terus menuntaskan vaksinasi bagi lansia ini,” pungkasnya. (pj/tin).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Antisipasi Gangguan Kamtib, Rutan Kraksaan Rutin Periksa Inventaris Keamanan

30 Januari 2026 - 09:25

Perkenalkan MoU PN Kraksaan, YBH BaVi Kunjungi Rutan Kraksaan

23 Januari 2026 - 08:51

Kolaborasi KKG Multigrade Wonomerto–Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

20 Januari 2026 - 08:27

RSUD Tongas Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2026

20 Januari 2026 - 07:19

UPT PPA DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Resmi Beroperasi, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

19 Januari 2026 - 16:33

Kedua Pimpinan Parpol di Probolinggo Bertemu di Tengah Derasnya Dinamika

10 Januari 2026 - 17:29

Trending di Kabar Probolinggo