Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – KIPP Pasuruan mensosialisasikan pemilu kepada para masyarakat lanjut usia yang butuh penanganan kusus. Seperti buta huruf, sakit lumpuh, dan orang tua yang renta lainnya.
“Kami menginkan semua masyarakat dari bagian yang terkecil, utamanya para lansia, memiliki semangat dalam merayakan pesta demokrasi ini,” jelas Ketua KIPP Pasuruan, Nur Karoma Rohmah, Selasa (09/04/2019).
Sebagai Pemantau Pemilu, ia tidak menginginkan para lansia ini dibodohi, dipaksakan memilih calon Presiden, calon Legislatif dan Senator yang bukan pilihannya.
“Bagi kami, hak suara para lansia ini rawan diselewengkan, sebab mereka butuh sosok pengantar untuk mencoblos, bisa anggota keluarga atupun tidak menutup kemungkinan petugas di TPS,” ucapnya.
Oleh sebab itu, KIPP mengajak petugas PPS di tingkat Desa untuk bersama-sama blusukan menyapa lansia di Pasuruan, salah satunya di Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton.
Bersama PPS, Ketua KIPP ini menjumpai sosok tua renta buta huruf bernama mbah Aminah. Sehari-hati, ia hidup hanya ditemani seorang anak yang masih kelas 2 SLTP.
Dan saat Pemilu 17 April mendatang, anaknya lah yang mengantar Mbah Aminah masuk ke bilik suara TPS, untuk memandu mencoblos kertas suara.
“Ini menjadi kritik membangun dan sinergitas dari KIPP dengan KPU dan Bawaslu. Untuk mewujudkan Pemilu yang sukses, tentu semua elemen masyarakat harus disapa dan disentuh,” pungkasnya. (ajo/gus).

















