Ketika Ratusan Anak Yatim Dikenalkan Robotika

Abu Avzalea, Pasuruan

(Kabarpas.com ) –
Muhammad Iqbal terlihat duduk manis sembari tersenyum lebar, di dalam sebuah ruangan kelas di SMA Negeri 2 Kota Pasuruan. Kala itu ia dan ratusan anak yatim lainya di Pasuruan, sedang melihat atraksi sejumlah robot analog milik Yatim Mandiri Pasuruan, yang sengaja dipertunjukkan kepada ratusan anak yatim tersebut.

“Senang sekali bisa melihat atraksi robot, karena ini baru pertama kali. Selama ini saya tahunya bentuk robot hanya di televisi,” ujar siswa yang saat ini baru duduk di bangku kelas 3 SD tersebut, saat ditemui Kabarpas.com. Minggu, (13/03/2016).

Hal senada juga diungkapkan oleh anak yatim lainnya yaitu Fatan. Ia mengaku sangat bahagia bisa melihat dengan mata telanjang atraksi empat robot jenis analog yang sengaja dikenalkan oleh Yatim Mandiri Pasuruan kepada ratusan anak yatim.

“Semoga nanti kalau sudah besar, saya akan bikin robot seperti di film Transformer,” ungkap Fatan kepada Kabarpas.com sembari tersenyum manis.

Fatan yang kala itu mengenakan kaos pendek berwarna putih, seakan tak mau ketinggalan untuk mencoba mengoperasikan atraksi robot analog yang sudah ditempatkan di atas track robot milik Yatim Mandiri.

“Ternyata seru banget yaa bisa mengoperasikan robot untuk beratraksi,” kata Fatan dengan raut muka penuh kebahagiaan.

Sementara itu, Didik Kurniawan, staf program Yatim Mandiri Pasuruan mengatakan, ada seratus lebih anak yatim di wilayah Pasuruan, yang sengaja pihaknya undang untuk mengikuti acara pengenalan robotika tersebut.

“Ada seratus lebih anak yatim kami undang. Mereka berasal dari sejumlah panti dan non panti yang ada di wilayah Pasuruan,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Dijelaskan, acara pengenalan robotika itu merupakan event program tahunan Yatim Mandiri Pasuruan, yang dikemas dengan konsep acara berbeda-beda.

“Kami sengaja mengenalkan robotika kepada mereka (anak yatim.red), dengan harapan nanti akan muncul komunitas robot di wilayah Pasuruan. Apalagi mereka semua masih merupakan pelajar SD. Jadi ketika nanti sudah menginjak SMP dan SMA, ratusan anak yatim ini juga siap bersaing di dunia robotik,” pungkasnya. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *